Persebaya Juara Piala Presiden Tapi Tavares Belum Puas, Fokus Siapkan Super League
Wiwit Purwanto August 11, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya menutup Piala Presiden 2026 dengan trofi perdana setelah melewati final dramatis kontra Persib Bandung, sebuah pencapaian yang disyukuri Bernardo Tavares sebagai hadiah untuk Bonek, Bonita, dan masyarakat Surabaya.

Trofi itu diraih Persebaya setelah menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8) malam.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, mentalitas pemain menjadi penentu hingga Green Force akhirnya mengangkat trofi.

Bernardo Tavares Bangga dengan Perjuangan Pemain

Ramadhan Sananta lebih dulu membawa Persebaya unggul pada menit ke-19. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit sebelum Persib menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan.

Persebaya tampil agresif sepanjang pertandingan dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Statistik mencatat Green Force melepaskan 13 tembakan, dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang Persib.

Selepas pertandingan, Coach Tavares menilai para pemain menunjukkan semangat juang luar biasa meski kondisi fisik belum sepenuhnya pulih akibat padatnya jadwal selama turnamen.

"Menurut saya kami memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Memang intensitas pertandingan tidak setinggi laga-laga sebelumnya, tetapi itu hal yang wajar karena kedua tim memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat," ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers.

Pelatih asal Portugal itu juga memberikan apresiasi atas karakter yang ditunjukkan seluruh pemain. Menurutnya, Persebaya tetap mampu menjaga kualitas permainan meski harus menghadapi tekanan sepanjang laga final.

"Saya sangat bangga dengan sikap dan kerja keras para pemain. Kami mampu unggul lebih dulu, meski kemudian kebobolan akibat satu kesalahan. Setelah itu kami masih memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol lagi," katanya.

Partai final menjadi ujian tersendiri bagi Bajol Ijo. Pertandingan yang berlangsung selama 120 menit akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti, sebuah fase yang menuntut ketenangan sekaligus keberanian dari setiap pemain.

Baca juga: Rezeki Nomplok Persebaya Dapat Amunisi Rp 8 Miliar, Satu Pemain Asing Siap Didatangkan

"Walaupun pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, para pemain terus berjuang hingga akhir dan berhasil membawa pulang trofi untuk Persebaya," jelasnya.

Keberhasilan tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Persebaya. Setelah beberapa kali berpartisipasi di Piala Presiden, Green Force akhirnya berhasil mengangkat trofi untuk pertama kalinya.

Gelar tersebut sekaligus menjadi buah dari proses pembangunan tim yang terus dilakukan sepanjang masa pramusim. Namun, Tavares memastikan keberhasilan itu tidak akan membuat Persebaya kehilangan fokus terhadap target yang lebih besar.

Trofi Perdana Jadi Bekal Tatap Super League

Coach Tavares menilai Piala Presiden menjadi fondasi positif bagi Persebaya sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Trofi tersebut memberi kepercayaan diri, tetapi perjalanan panjang di kompetisi resmi baru akan dimulai.

"Trofi ini menjadi awal yang baik bagi Persebaya. Kami senang bisa mempersembahkan gelar Piala Presiden kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Namun perjalanan kami masih panjang karena target utama adalah menghadapi kompetisi liga," tandasnya.

Bagi Persebaya, keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih menjelang klub memasuki usia satu abad pada 2027. Trofi Piala Presiden menjadi pijakan awal bagi Green Force untuk membangun momentum menuju musim kompetisi yang lebih panjang dan penuh tantangan.

Di balik keberhasilan itu, dukungan Bonek dan Bonita juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Persebaya selama turnamen. Tavares pun secara khusus menyampaikan apresiasi kepada suporter yang terus memberikan energi kepada tim.

"Terima kasih kepada seluruh Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa selama turnamen ini. Saya berharap pada pertandingan 15 Agustus nanti stadion kembali penuh. Cara terbaik untuk memberikan apresiasi kepada para pemain adalah dengan terus mendukung mereka secara langsung di stadion," tutup Coach Tavares.

Persebaya belum akan berhenti setelah mengangkat trofi Piala Presiden 2026. Green Force masih memiliki satu agenda pramusim sebelum memasuki kompetisi resmi.

Persebaya dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam laga internasional di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (15/8). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Bonek dan Bonita untuk kembali memenuhi GBT sekaligus memberikan dukungan kepada tim.

Setelah merasakan atmosfer juara di Piala Presiden, Persebaya kini bersiap menghadapi tantangan yang sesungguhnya. Trofi perdana menjadi awal, sedangkan Super League 2026/2027 akan menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Green Force.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.