Kita harus jadikan AI itu perangkat untuk memajukan kebudayaan dan saya kira itu mempercepat proses. Kita harus melihat AI dari sisi positif
Depok (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan perkembangan teknologi berupa kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) juga merupakan perangkat untuk memajukan kebudayaan.
"Kita harus jadikan AI itu perangkat untuk memajukan kebudayaan dan saya kira itu mempercepat proses. Kita harus melihat AI dari sisi positif," kata Menbud Fadli Zon usai memberikan sambutan saat acara Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Selasa.
Ia mengatakan yang tidak bisa dilakukan oleh AI itu adalah persoalan nilai-nilai kemanusiaan, peradaban, dan lain-lain. Kalau yang terkait dengan pengetahuan mungkin bisa.
Tantangannya, kata dia, memang mungkin dalam waktu dekat ini ada sejumlah kerja-kerja budaya atau kerja-kerja kreatif yang diambil alih oleh AI. Hal ini juga satu tantangan tersendiri bagi para praktisi budaya, praktisi bidang ekonomi kreatif, agar meningkatkan dan mencari kebaruan, inovasi dari bidangnya masing-masing.
Menbud Fadli Zon mengatakan AI itu sesuatu yang tidak bisa dihindari. Itu sebuah keniscayaan. "Artificial intelligence yang kita ciptakan harus kita tempatkan sebagai alat, sebagai instrumen untuk kepentingan kita sendiri," katanya.
"Jangan sampai AI yang menjadi pemikir utama," tambahnya.
Sementara itu Dekan FIB UI Untung Yuwono mengatakan acara Simposium Nasional Guru Besar Humaniora membahas hal-hal yang tren tentang konteks yang terjadi sekarang ini.
"Kami membahas bagaimana posisi humaniora itu sendiri menghadapi situasi saat ini," katanya.
Ia mengatakan hasil dari simposium akan ada rekomendasi kebijakan yang nantinya akan diajukan kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk memperkokoh posisi humaniora dalam konteks keilmuan maupun penerapannya di dalam masyarakat.





