TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Persoalan narkoba di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tak hanya menyisakan persoalan penindakan hukum.
Di balik maraknya peredaran barang haram tersebut, terdapat persoalan lain yang tak kalah pelik, yakni keterbatasan akses rehabilitasi bagi para pecandu.
Selama ini, pecandu narkoba di Kuansing yang membutuhkan rehabilitasi rawat inap umumnya harus dirujuk ke luar daerah.
Pilihan fasilitas rehabilitasi berada cukup jauh, mulai dari RSJ Tampan Pekanbaru, Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Batam, Medan, Deli Serdang hingga Lampung.
Jarak yang jauh itu menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga pasien.
Tak sedikit keluarga pecandu yang terkendala biaya perjalanan maupun biaya pendampingan sehingga akhirnya memilih layanan rehabilitasi rawat jalan di Klinik BNNK Kuansing.
Padahal, bagi pecandu dengan tingkat ketergantungan berat, rehabilitasi rawat jalan dinilai tidak cukup untuk memberikan penanganan secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kuansing.
Plt Bupati Kuansing, Muklisin, bahkan membawa persoalan itu langsung ke pemerintah pusat.
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta, Selasa (11/8/2026) pagi, Muklisin mengajukan usulan pembangunan Rumah Sakit Rawat Inap Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten Kuansing.
Dalam pertemuan tersebut, Muklisin didampingi Asisten III Setda Kuansing Azhar dan Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Aswandi.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas rehabilitasi narkoba di daerah.
Baca juga: Ketika Sabu Dijadikan Doping oleh Pekerja Tambang Emas Illegal di Kuansing: Biar Tahan Dingin Air
Dengan adanya fasilitas rawat inap di Kuansing, pasien tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke luar provinsi untuk mendapatkan penanganan.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan fasilitas tersebut juga bukan semata persoalan membangun gedung rumah sakit.
Lebih jauh, fasilitas rehabilitasi diperlukan untuk memutus mata rantai ketergantungan narkoba melalui penanganan medis yang berkelanjutan, sekaligus mendekatkan akses layanan kepada pasien dan keluarganya.
Muklisin mengatakan peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian Pemkab Kuansing, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang mudah dan berkualitas.
“Kita ingin pelayanan kesehatan di daerah kita terus meningkat, baik dari sisi fasilitas, tenaga kesehatan maupun dukungan program dari pemerintah pusat,” tegas Muklisin.
Tak hanya rehabilitasi narkoba, dalam pertemuan tersebut Muklisin juga mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe D di Kecamatan Singingi Hilir.
Usulan itu dilatarbelakangi kondisi geografis Singingi Hilir yang cukup jauh dari pusat pemerintahan dan layanan kesehatan utama di Teluk Kuantan.
"Dalam kondisi normal, perjalanan menuju RSUD Teluk Kuantan dapat memakan waktu hingga sekitar dua jam," bebernya.
Persoalan jarak tersebut menjadi jauh lebih krusial ketika pasien berada dalam kondisi darurat.
Pada kasus-kasus tertentu, keterlambatan mendapatkan pertolongan medis dapat memperbesar risiko terhadap keselamatan pasien.
"Karena itu, pembangunan rumah sakit tipe D di Singingi Hilir dinilai penting untuk memangkas jarak sekaligus mempercepat masyarakat mendapatkan pelayanan medis," ujarnya.
Selain dua usulan tersebut, Muklisin juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk rehabilitasi sejumlah puskesmas.
Muklisin juga mengajukan peningkatan dukungan alat kesehatan, ketersediaan obat-obatan serta penguatan tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan daerah.
Langkah itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit, tetapi juga memperkuat layanan kesehatan dari tingkat paling dasar.
Muklisin menegaskan Pemkab Kuansing akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan sektor kesehatan di daerah dapat diperjuangkan.
Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada sebatas usulan, tetapi berlanjut menjadi dukungan konkret pemerintah pusat terhadap penguatan fasilitas kesehatan di daerah.
Terlebih, kebutuhan layanan kesehatan di Kuansing terus berkembang, sementara persoalan jarak dan keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan yang harus segera dibenahi
“Kita ingin masyarakat Kuansing mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dan berkualitas. Untuk itu, dukungan pemerintah pusat sangat kita harapkan. Apa yang menjadi kebutuhan daerah akan terus kita perjuangkan. Alhamdulillah, Pak Wamen menyambut baik usulan kita,” ujarnya.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )