Bupati Kediri Minta Pelajar Jauhi Bullying dan Pergaulan Bebas Saat LBB Tingkat SMA 2026
faridmukarrom August 11, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan pesan khusus kepada para peserta Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat SMA se-Kabupaten Kediri. Selain menanamkan nilai kedisiplinan, para pelajar diminta menjauhi perilaku bullying dan pergaulan bebas yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, saat memberangkatkan peserta LBB tingkat SMA di Lapangan Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (11/8/2026) pukul 12.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito mengaku masih menerima informasi terkait adanya kasus perundungan atau bullying yang melibatkan pelajar SMA. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena berdampak pada lingkungan pendidikan dan perkembangan mental siswa.

"Saya akan menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau ada bullying saya minta (pelakunya-red) untuk di-Drop Out," terangnya usai memberangkatkan LBB.

Mas Dhito menjelaskan, penanganan kasus bullying di tingkat SMA akan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, kewenangan pengelolaan pendidikan jenjang SMA berada di bawah pemerintah provinsi.

Selain persoalan bullying, Bupati Kediri juga mengingatkan para peserta agar menghindari pergaulan bebas yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan mereka.

Menurutnya, salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian adalah masih adanya peningkatan angka dispensasi pernikahan dini di Kabupaten Kediri. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap remaja usia sekolah.

Baca juga: Rumah Warga di Ngasem Kediri Terbakar, Api Hanguskan Kamar Lantai Dua dan Buat Kerugian Rp 75 Juta

Karena itu, para pelajar SMA diminta fokus pada pendidikan dan pengembangan diri agar tidak terjerumus pada perilaku yang merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Dalam sambutannya, Mas Dhito menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Kediri pada masa mendatang.

Ia mengajak para peserta LBB untuk memanfaatkan masa sekolah sebagai momentum membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab.

"Nasib Kabupaten ini ada di tangan panjenengan semua," kata Mas Dhito kepada para peserta LBB.

Menurutnya, kegiatan Lomba Baris Berbaris tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk kekompakan, kepemimpinan, serta jiwa tanggung jawab di kalangan pelajar.

Peserta LBB Tingkat SMA Meningkat

Lomba Baris Berbaris tingkat SMA merupakan agenda tahunan yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Kediri. Selain tingkat SMA, kompetisi serupa juga diikuti pelajar SD dan SMP.

Pada tahun 2026, LBB tingkat SD diikuti sebanyak 52 pleton. Sementara tingkat SMP diikuti 120 pleton dan tingkat SMA mencapai 172 pleton.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muksin, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"SMA ada peningkatan, tahun kemarin 110 regu tahun ini sekitar 120 regu," katanya.

Muksin menilai meningkatnya jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme sekolah dalam mengikuti kegiatan pembentukan karakter tersebut.

Di sela pelaksanaan kegiatan, Muksin juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan bagi seluruh pelajar di Kabupaten Kediri.

Ia berharap tidak ada siswa yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Menurutnya, berbagai program bantuan dan beasiswa dari pemerintah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Selain itu, dua isu yang menjadi perhatian dalam pembinaan pelajar saat ini adalah pencegahan bullying dan peningkatan pemahaman mengenai pendidikan seks usia dini.

Dengan banyaknya peserta yang terlibat, LBB diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat karakter generasi muda Kabupaten Kediri.

"Saya berharap anak-anak ini jangan sampai putus sekolah. Artinya apa pun kondisi ekonomi, anak-anak tetap harus sekolah dan bahkan kuliah," ucap Muksin.

(Isya Anshori/tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.