Rumah Warga di Ngasem Kediri Terbakar, Api Hanguskan Kamar Lantai Dua dan Buat Kerugian Rp 75 Juta
faridmukarrom August 11, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Sebuah rumah milik Zaenal Machsun yang berada di RT 01/RW 14, Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mengalami kebakaran pada Selasa (11/8/2026) siang.

Kebakaran rumah di Ngasem Kediri tersebut terjadi pada bagian kamar di lantai dua. Saat diketahui oleh pemilik rumah, api sudah dalam kondisi membesar dan berpotensi merambat ke bagian bangunan lainnya.

Mengetahui adanya kebakaran, pemilik rumah segera meminta bantuan warga sekitar untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Laporan diterima petugas sekitar pukul 11.52 WIB. Tak lama berselang, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 11.55 WIB.

Petugas tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.10 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api semakin meluas.

Damkar Kerahkan Empat Armada untuk Padamkan Kebakaran Rumah di Kediri

Dalam proses penanganan kebakaran, petugas mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari berbagai pos.

Satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan lima personel diterjunkan ke lokasi. Selain itu, dua unit armada Damkar Pos Pare dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter juga turut membantu proses pemadaman.

Petugas juga mendapat dukungan dari satu unit armada PMK Kota Kediri berkapasitas 3.500 liter dan satu unit armada milik Gudang Garam berkapasitas 5.000 liter.

Dengan dukungan sejumlah armada tersebut, petugas berjibaku memadamkan api yang berpusat di kamar lantai dua rumah korban.

Setelah dilakukan pemadaman dan proses pendinginan sesuai standar operasional prosedur, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merambat ke bangunan lain.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 75 juta.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dipicu oleh instalasi maupun peralatan listrik di rumah.

Masyarakat diminta memastikan kondisi kabel, stop kontak, serta berbagai peralatan listrik tetap dalam kondisi baik dan aman digunakan.

"Peralatan listrik yang tidak digunakan juga sebaiknya segera dimatikan untuk mengurangi risiko terjadinya korsleting," kata Kaleb.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak menggunakan terlalu banyak colokan listrik pada satu sumber daya secara bersamaan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting.

Kaleb menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan yang memiliki instalasi listrik berusia lama.

Ia juga mengimbau warga agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api membesar.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik ketika terjadi kebakaran dan segera meminta bantuan petugas," imbauanya.

(Isya Anshori/tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.