Podium Perempuan Penyair Indonesia Diterima Atase Kebudayaan Iran, Siap Kolaborasi Puisi
Eddy Fitriadi August 11, 2026 11:37 PM

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Empat perempuan penyair Indonesia yang tergabung dalam Podium Perempuan Penyair Indonesia (POPPI) memenuhi undangan Cultural Counsellor Embassy of the Islamic Republic of Iran di Kedutaan Besar Iran, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Keempat penyair tersebut adalah Helvy Tiana Rosa, Fatin Hamama, D. Kemalawati, dan Devie Matahari.

Pertemuan itu menjadi ruang perkenalan sekaligus membuka kemungkinan kerja sama kebudayaan melalui sastra, khususnya puisi, antara perempuan penyair Indonesia dan Iran.

Dalam pertemuan tersebut, para penyair Indonesia membawa dan menyerahkan sejumlah buku karya mereka sebagai bagian dari diplomasi sastra. Helvy Tiana Rosa menyerahkan lima buku, di antaranya kumpulan cerpen berjudul Gaza, Suatu Malam di Jakarta.

Fatin Hamama menyerahkan dua buku. Salah satunya adalah kumpulan puisi Papyrus. Ia juga menyerahkan sebuah buku karya almarhum suaminya, yang disampaikan melalui penyair Aceh, D. Kemalawati.

Sementara itu, Devie Matahari menyerahkan satu buku antologi puisi tiga bahasa berjudul Sengkewe, karya Forum Beru Gayo, komunitas perempuan Gayo menulis yang didirikannya.

Buku-buku tersebut menjadi semacam jembatan kecil yang mempertemukan pengalaman, kegelisahan, ingatan, dan suara perempuan dari Indonesia dengan dunia kebudayaan Iran.

Baca juga: Penyair Fikar W. Eda Membawa Puisi dan Canang ke Panggung Dunia Busan

Dari pertemuan itu muncul gagasan untuk tidak berhenti pada perkenalan.

Perempuan penyair Indonesia dan Iran direncanakan akan membangun kolaborasi melalui karya sastra, berupa kumpulan puisi bersama.

Puisi dipilih sebagai ruang perjumpaan karena bahasa sastra memungkinkan pengalaman manusia melampaui batas negara, bahasa, dan kebudayaan.

Pertemuan di Kedutaan Besar Iran tersebut pun menjadi awal dari sebuah kemungkinan perjalanan panjang: mempertemukan suara perempuan penyair Indonesia dan Iran dalam satu buku, sebagai catatan tentang persahabatan kebudayaan dan perjumpaan dua bangsa melalui puisi.

Bagi Podium Perempuan Penyair Indonesia, perjumpaan ini bukan sekadar kunjungan atau pertukaran buku. Ia adalah upaya membuka ruang dialog kebudayaan yang lebih luas, dengan perempuan dan puisi sebagai salah satu pintunya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.