Profil Nasaruddin Umar, Menteri Agama yang Berpeluang Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Febri Prasetyo August 12, 2026 04:17 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Agama K.H. Nasaruddin Umar disebut-sebut berpeluang maju menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Adapun Ketua Umum PBNU baru akan dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU yang digelar pada tanggal 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selain Nasaruddin, nama-nama yang mengemukan sebagai calon ketua umum antara lain Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Wakil Ketua Umum PBNU K.H. Zulfa Mustofa, dan K.H. Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.

Beberapa wilayah yang telah menyatakan dukungan kepada Nasaruddin antara lain PWNU Kalimantan Selatan, PCNU Palopo, PCNU Wajo, dan PCNU Bulukumba, 

Meski demikian, sampai sekarang belum ada satu pun figur calon yang benar-benar mengunci basis suara atau tampil mendominasi arena persaingan.

Sementara itu, Nasaruddin merespons singkat isu yang menyebutkan dirinya akan maju sebagi calon Ketum PBNU.

"Nanti saja," kata Nasaruddin singkat setelah rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, (29/7/2026).

Profil Nasaruddin Umar

Nasaruddin Umar lahir di Ujung Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23 Juni 1959.

Dia menikah dengan Helmi Halimatul Udhma dan dikaruniai tiga anak, yaitu Andi Nizar Nasaruddin Umar, Andi Rizal Nasaruddin Umar, dan Cantik Najda Nasaruddin Umar.

Nasaruddin menghabiskan masa kecilnya di Sulawesi Selatan dan menimba ilmu di berbagai tempat.

Salah satunya di Pondok Pesantren As'adiyah yang berpusat di Sengkang, Wajo. Ponpes ini merupakan lembaga pendidikan tertua di Sulawesi Selatan yang didirikan oleh ulama besar Sulawesi Selatan, AGH Muhammad As'ad al-Bugisi gelar Puang Aji Sade.

Baca juga: Profil K.H. Abdul Ghaffar Rozin, Calon Ketua Umum PBNU, Pernah Jadi Wasekjen MUI

Setelah lulus dari Pondok Pesantren As'adiyah, Nasaruddin lantas melanjutkan pendidikan di IAIN Alauddin Ujung Pandang jurusan Fakultas Syari'ah pada 1980 dan mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan.

Nasaruddin Umar lantas melanjutkan pendidikan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta baik di jenjang strata 2 (S-2) maupun jenjang strata 3 (S-3).

Dia juga pernah menjadi mahasiswa di Kanada dan Belanda saat menjalani program doktoral.

Berikut pengalaman pendidikan Nasaruddin Umar, dikutip dari istiqlal.or.id.

  • SDN 6 tahun, di Ujung-Bone 1970
  • Madrasah Ibtida’iyah 6 tahun, di Pesantren As’adiyah Sengkang, 1971.
  • PGA 4 Thn, di pesantren As’adiyah Sengkang, 1974
  • PGA 6 Thn, di Pesantren As’adiyah Sengkang 1976
  • Sarjana Muda , Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1980
  • Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
  • Program S2 (tanpa tesis) IAIN syarif Hidayatullah Jakarta, 1990-1992.
  • Program S3 (alumni Terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi tentang” Perspektif Jender Dalam al-qur’an, 1993-1998.
  • Visiting Student di Mc Gill University canada, 1993-1994
  • Visiting Student di Leiden University Belanda, 1994/1995
  • Mengikuti Sandwich program di Paris University Perancis, 1995
  • Pernah melakukan penelitian kepustakaan di beberapa perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Srilanka, Korea Selatan, saudi Arabia, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, dan Singapore, Kualalumpur, Manila.

Karier

Nasaruddin juga dikenal sebagai ulama sekaligus akademisi yang pernah berkarier di sejumlah tempat.

Dikutip dari laman staff.uinjkt.ac.id, Nasaruddin berstatus sebagai PNS dosen dengan pangkat IV/e golongan pembina utama.

Pada 12 Januari 2002, Nasaruddin Umar juga dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain menjadi guru besar, ia menjabat sebagai Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ).

Sementara itu, ia pernah menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama periode 2006-2012.

Kemudian pada 2012, Nasaruddin Umar diangkat menjadi Wakil Menteri Agama RI hingga 2014.

Penulis buku Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran itu juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog Antar Umat Beragama.

Nasaruddin juga menjadi anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Jabatan nonakademis yang pernah diemban Nasaruddin Umar adalah Komisaris PT Balai Pustaka selama 2008-2012, Dewan Pengawas Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia tahun 2012-2013, dan Dewan Pengawas Perum Jaminan Kredit Indonesia tahun 2014-2016.

Nasaruddin diamanahi menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 22 Januari 2016.

Lalu, per 13 Oktober 2017, Nasaruddin diangkat sebagai Komisaris Bank Mega Syariah.

Pada 18 April 2023, Nasaruddin diangkat menjadi Komisaris Independen pada Komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Kemudian, pada tahun 2024 ulama ini dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Merah Putih.

(Tribunnews/Febri/Wahyu Aji)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.