ISPA Serang Warga Kalbar Imbas Kabut Asap, Begini Cara Mencegahnya
Faiz Iqbal Maulid August 12, 2026 06:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Provinsi Kalimantan Barat terutama Kabupaten Kayong Utara tengah menghadapi masalah serius soal kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dimana 401 warga diserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Angka itu tercatat hanya dalam kurun waktu 10 hari pada 1-10 Agustus 2026.

Data Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara menunjukkan Puskesmas Sukadana menjadi wilayah dengan catatan kasus terbanyak, yakni 78 kasus.

Disusul berikutnya Puskesmas Teluk Batang dengan 65 kasus, Sungai Paduan 64 kasus, Teluk Melano 52 kasus dan Siduk sebanyak 43 kasus.‎

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Fransiska Wardiani, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terlebih saat wilayah Kayong Utara tengah menghadapi musim kemarau.

‎Menurutnya, paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu faktor yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.

‎"Karhutla menjadi penyebab utama meningkatnya kasus ISPA, apalagi saat ini kita menghadapi kemarau yang cukup panjang. Asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan masyarakat," ujar Fransiska saat dikonfirmasi, Selasa 11 Agustus 2026. 

• Kasus ISPA Naik 5 Persen, Pemkot Pontianak Siapkan Oksigen Gratis dan Buka Status Darurat

RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Rawat 5 Pasien ISPA

Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak saat ini sedang merawat secara intensif 5 orang pasien ISPA. 

Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak  Kombes Pol drg. Josep Ginting menuturkan ke lima orang pasien yang didiagnosa ISPA menjalani perawatan medis secara intensif.

"Kita tidak mengetahui penyebab warga tersebut menderita ISPA karena karhutla atau penyakit bawaan, tapi para pasien ini masuk di saat Pontianak di landa kabut asap karhutla," ungkapnya saat di konfirmasi pada Senin 10 Agustus 2026.

"Saat warga itu masuk, tentu kita terima dan berikan perawatan sama seperti pasien-pasien lain," kata Kombes Pol. drg. Josep Ginting, M.A.R.S..pada Tribun Pontianak.

Namun, saat ini Kalbar sedang di landa bencana karhutla, asap dapat memicu penyakit gangguan pernapasan, RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak Polda Kalbar mensiagakan dokter spesialis paru.

Lantas bagaimana cara mencegah ISPA?

Cara Mencegah ISPA

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut cara mencegah ISPA:

1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

2. Hindari menyentuh wajah (hidung, mulut, mata) dengan tangan kotor.

3. Berhenti merokok dan jauhi paparan asap rokok.

4. Konsumsi makanan bergizi kaya vitamin C, E, dan zinc untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Gunakan masker saat polusi udara tinggi atau di keramaian.

6. Tutup mulut dan hidung saat batuk/bersin dengan tisu atau siku bagian dalam.

7. Rutin berolahraga dan cukup tidur untuk menjaga imunitas.

8. Vaksinasi flu dan pneumonia sesuai anjuran dokter.

9. Pastikan ventilasi ruangan baik agar udara segar masuk dan polusi keluar.

• ISPA dan Diare Banyak Ditemukan di Puskesmas Kampung Bali Pontianak, Ini Penyebabnya

Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai

1. Batuk (kering atau berdahak).

2. Pilek dan hidung tersumbat.

3. Sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan.

4. Demam, kadang disertai menggigil.

5. Sesak napas atau sulit bernapas.

6. Sakit kepala dan nyeri otot.

7. Lemas atau cepat lelah.

8. Suara serak atau hilang.

9. Mual, muntah, atau diare pada sebagian kasus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.