TRIBUNNEWS.COM - Jelang semifinal Piala AFF 2026, transformasi mentalitas dan ketahanan timnas Singapura patut menjadi sorotan. Tim yang menempati urutan ke-148 dalam ranking FIFA itu dengan kedisiplinan yang diterapkan oleh Gavin Lee sebagai pelatih mampu mengimbangi Vietnam dan Timnas Indonesia.
Singapura bahkan berhasil menjegal langkah Timnas Indonesia untuk melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026 dan menjadi yang kedua secara beruntun.
Sejak kali terakhir juara Piala AFF tahun 2012, Singapura hanya berhasil melangke ke babak empat besar hanya dalam satu kesempatan, yakni pada AFF 2020.
Selain dari itu, tim berjuluk The Lions ini selalu kandas di babak penyisihan grup. Medis Singapura, The Straits Times menilai, The Lions mengalami penurunan performa sejak trofi terakhir tersebut yang berakibat pada penurunan peringkat di ranking FIFA.
Singapura bahkan menempati urutan keenam di zona ASEAN.
Awal kebangkitan Singapura bermula pada tahun 2025 lalu sejak kualifikasi Piala Asia 2025, mereka hanya kalah dua kali dalam 15 pertandingan.
Dua kekalahan itu berasal dari Thailand (3-2) dan China (2-1).
Hal lain yang didapat timnas Singapura lebih dari hasil yaitu persatuan, kesabaran, dan ketahanan yang menjadi poin paling diapresiasi.
Di bawah asuhan Tsutomu Ogura selama dua tahun terakhir, Singapura seakan kembali mendapatkan semangat tim yang kuat dan mentalitas yang lebih baik dalam pertandingan.
Saat sedang bagus-bagusnya, dan sedang menikmati perkembangan ke arah yang lebih baik, Singapura harus ditinggal Tsutomu Ogura yang mengambil keputusan untuk mengundurkan diri pada Juni 2025.
Keputusan itu membuat Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) harus mencari penggantinya, dan Gavin Lee dinilai patut untuk mengisi kekosongan jabatan itu.
Di bawah asuhan Gavin Lee, Singapura dapat meneruskan tren positif tersebut hingga kini lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026.
Lee menyadari, pencapaian ini belum ada apa-apanya mengingat target jangka panjang yang mereka harapkan di Piala Asia pada awal tahun 2027 mendatang.
"Saya rasa para pemain perlu menyadari pola pikir rendah hati dan haus akan kemenangan," beber Gavin Lee saat wawancara dengan The Straits Times dan Sports Minutes Money FM 89.3 bersama wakil presiden FAS, Desmond Ong, dan penyerang andalan The Lions, Ilhan Fandi.
"Kami cukup rendah hati untuk memahami bahwa kami belum benar-benar mencapai apa pun. Kami telah membuat kemajuan, dan kami haus akan lebih banyak lagi karena kami menikmati apa yang kami alami sekarang setelah pertandingan," jelasnya.
Piala AFF seakan menjadi gerbang bagi Singapura untuk lebih siap mengarungi Piala Asia mendatang.
"Cara kita mencapainya dengan lebih banyak latihan melawan tim-tim seperti Vietnam, Indonesia, dan China, karena dalam pertandingan-pertandingan itulah kita dipaksa untuk beradaptasi dengan level yang kita inginkan, dan tanpa pengalaman seperti itu, pertumbuhan akan sangat sulit," bebernya.
"Itulah mengapa kompetisi selanjutnya (FIFA ASEAN Cup) juga akan membantu kita untuk meningkatkan level, dan itulah cara kita ingin berkembang menuju Piala Asia," jelasnya.
Melawan Thailand yang menyandang status sebagai tim tersukses di ajang dua tahunan yang telah berlangsung sejak 1996 ini bukanlah mudah bagi Singapura.
The Lions belum pernah menang sejak terakhir kali pertemuan mereka di babak final Piala AFF 2012 yang berkahir dengan skor 3-2 secara agregat.
Lima pertemuan setelah itu di ajang Piala AFF, Thailand selalu sukses mengalahkan Singapura.
Penyerang Singapura, Ilhan Fandi mengemukakan bahwa saat ini timnya dalam keadaan siap untuk menghadapi Thailand.
"Kami menyukai tantangan, kami senang bermain melawan tim yang tangguh," katanya.
"Jadi saya tidak sabar bermain melawan Thailand, dan saya berharap kami mendapatkan hasil yang baik," tambahnya.
Leg pertama semifinal Piala AFF 2026 antara Singapura vs Thailand akan berlangsung di Stadion Jalan Besar pada Sabtu (15/8/2026).
(Tribunnews.com/Sina)