- Israel kembali menyoroti fasilitas nuklir Iran usai mantan kepala Mossad, Yossi Cohen, membuka operasi rahasia di Fordow.
Cohen mengungkap agen Mossad beberapa kali menyusup ke lokasi tersebut untuk mempelajari fasilitas nuklir Iran secara langsung.
Pengakuan itu disampaikan dalam konferensi otoritas lokal pada Selasa (11/8).
Fordow merupakan fasilitas pengayaan uranium bawah tanah yang berada jauh di dalam pegunungan dekat Kota Qom.
Lokasi tersebut menjadi perhatian setelah mengalami kerusakan parah akibat serangan Amerika Serikat dalam perang sebelumnya.
Namun, serangan itu belum menjawab keberadaan material nuklir Iran yang sebelumnya tersimpan di fasilitas tersebut.
Sebelum perang, sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen dilaporkan berada di Fordow.
Israel menduga sebagian material tersebut telah dipindahkan ke kawasan Pickaxe Mountain setelah serangan berlangsung.
Perpindahan itu membuat lokasi sebenarnya dari material uranium tersebut hingga kini sulit dipastikan.
Cohen menyebut uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen belum mencapai kadar yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir.
Meski demikian, material tersebut dinilai dapat diperkaya lebih lanjut hingga mencapai tingkat senjata dalam waktu relatif singkat.
Iran sendiri berulang kali membantah tuduhan bahwa program nuklirnya digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Teheran menegaskan pengayaan uranium dilakukan untuk kebutuhan damai dan kepentingan nasional.
Cohen sebelumnya juga mengisyaratkan keterlibatan Mossad dalam operasi terhadap Natanz serta pencurian arsip nuklir Iran di Teheran.
Pengakuan terbaru ini kembali memperlihatkan betapa intensifnya aktivitas intelijen Israel dalam memantau program nuklir Iran selama bertahun-tahun.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman