Langkah Nyata Tim Ekspedisi Patriot UI Ubah Wajah Produk Lokal Wondama Tembus Pasar Nasional
Hironimus Rama August 12, 2026 12:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - ​Kawasan Transmigrasi Werianggi Werabur di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kini resmi memasuki era baru modernisasi produk lokal.

​Tim 15 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) hadir membawa angin segar untuk mendampingi masyarakat memoles komoditas pisang, sagu, dan pala agar siap bersaing di pasar modern.

​Program pendampingan bertajuk "Dari Kebun ke Pasar" ini diinisiasi secara resmi sejak 03 Agustus hingga 30 November 2026.

Baca juga: Dari Kampus untuk Negeri, UI Terjunkan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Kawasan Transmigrasi

Di bawah kepemimpinan Karin Amelia Safitri, tim ini membawa misi tunggal untuk mengubah produk lokal Wondama menjadi komoditas unggulan yang market-ready.

​Selama ini, hasil olahan komoditas utama Werianggi Werabur masih dijual secara tradisional tanpa identitas merek dan dengan kemasan yang terbilang ala kadarnya.

​Hambatan utama yang dialami para petani lokal adalah ketiadaan identitas visual serta narasi budaya (storytelling) yang mampu memikat minat calon pembeli.

​Selain masalah visual produk, masyarakat Wondama juga tidak memiliki fasilitas atau ruang khusus untuk mengembangkan ide kreatif berbasis potensi komoditas daerah.

​"Pendampingan ini dirancang untuk menyelesaikan masalah dari hulu ke hilir secara utuh," tegas Ketua Tim 15 Ekspedisi Patriot, Karin Amelia Safitri, 

​"Kita tidak hanya fokus pada olahan pangan, tetapi juga membangun narasi, identitas visual, dan ruang kreatif bagi masyarakat lokal agar mampu mempromosikan komoditasnya secara mandiri," sambungnya. 

​Demi mewujudkan target besar tersebut, program pendampingan difokuskan pada dua pilar utama yang saling menguatkan.

​Pilar pertama menitikberatkan pada perancangan logo, desain kemasan yang estetik, serta penyusunan cerita lokal agar daya tawar olahan pisang, sagu, dan pala meningkat pesat.

​Proses perancangan identitas visual ini didukung penuh oleh kehadiran dosen Periklanan Kreatif dari Vokasi UI yang terjun langsung mendampingi warga di lapangan.

​Pilar kedua diwujudkan melalui pembentukan Ruang Kreatif Masyarakat yang dilengkapi dengan studio foto produk sederhana, perlengkapan konten digital, hingga area pelatihan desain.

​"Melalui pendampingan selama empat bulan ini, kami mendampingi masyarakat Werianggi Werabur untuk menciptakan kemasan yang menarik, mengoperasikan ruang kreatif, serta membangun kemampuan promosi yang berkelanjutan," pungkasnya. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.