Gerak Jalan HUT RI di Bangkalan Diwarnai Aksi Tak Senonoh, Panitia Sebut Pelaku Bukan Peserta Resmi
Glery Lazuardi August 12, 2026 12:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Lomba Gerak Jalan tingkat SMA sederajat dan umum dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu (9/8/2026), semula berlangsung meriah dengan beragam kreativitas peserta.

Berbagai kostum unik dan gerakan hiburan mewarnai kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut.

Namun, sebuah video yang menampilkan sekelompok pria berpakaian menyerupai perempuan dan melakukan gerakan tubuh tidak pantas di tengah penonton memicu sorotan publik.

Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik yang beredar luas di media sosial, para pria itu tampak mengenakan wig pirang, topi pantai berwarna merah muda, kaus putih, rok putih di atas lutut, serta sepatu dan kaus kaki putih.

Salah satu peserta terlihat mengenakan nomor urut 380 di bagian depan tubuhnya.

Warga Bangkalan, Nia Kurnia, menilai penggunaan kostum unik masih dapat diterima selama tidak disertai gerakan yang dianggap merendahkan perempuan.

"Kalau urusan cosplay atau kostum unik, itu tidak masalah. Tapi ketika gestur tubuh mereka seperti itu, apalagi dengan cosplay wanita seksi, saya sebagai kaum perempuan merasa direndahkan," ujar warga Bangkalan, Nia Kurnia, kepada TribunMadura.com, Selasa (11/8/2026).

Ia menambahkan bahwa peserta lain yang juga menggunakan kostum perempuan tidak menampilkan gerakan serupa.

"Ada juga beberapa peserta tim gerak jalan pria yang sama-sama cosplay perempuan, tapi tidak melakukan gerakan-gerakan yang aneh-aneh. Saya melihatnya masih wajar, tapi kalau sambil menampilkan gerakan tubuh yang tidak pantas, itu yang merendahkan nilai-nilai perempuan," pungkas Nia.

Panitia Sebut Bukan Peserta Resmi

Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 Kabupaten Bangkalan, Moawi Arif, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

"Insiden dari salah satu peserta yang terindikasi kurang pantas dan dipertontonkan di khalayak umum, kami selaku panitia memastikan bahwa peserta tersebut tidak terdaftar dalam pelaksanaan lomba," tegas Arif yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan itu, Selasa (11/8/2026).

Menurut Arif, panitia sebelumnya telah menyampaikan aturan mengenai pakaian, kerapian, dan kekompakan peserta dalam technical meeting yang diikuti seluruh peserta resmi.

"Juga tentang pakaian, kerapian, kekompakan, itu sudah dituangkan dalam technical meeting. Bahwa pakaian disepakati tidak lepas dari rambu-rambu dan nilai-nilai sesuai Perda Bangkalan sebagai Kabupaten Dzikir dan Sholawat," jelas Arif.

Ia mengakui adanya keterbatasan personel pengamanan sehingga terdapat celah bagi peserta yang tidak terdaftar untuk masuk ke jalur gerak jalan.

"Sempat dikeluarkan oleh petugas keamanan, tapi yang namanya masyarakat tetap ingin berpartisipasi. Sekali lagi, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ini menjadi atensi dan evaluasi kami di kegiatan-kegiatan mendatang," pungkas Arif.

Baca juga: Ulah Pemilik Pajero Ingin Eksis di Sragen, Pasang Pelat Nomor Tak Senonoh, Anak Kena Imbas

MUI Minta Polisi Bertindak

Aksi tersebut juga mendapat perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan. Ketua MUI Bangkalan, KH Makki Nasir, meminta aparat kepolisian mengusut para pelaku karena dianggap menampilkan tindakan tidak senonoh di ruang publik.

"Harus diproses hukum karena sudah menampilkan pornoaksi di khalayak umum, paling tidak harus ada pernyataan maaf secara terbuka oleh para pelaku," jelasnya, Rabu (12/8/2026).

KH Makki Nasir juga menyoroti kemungkinan aksi itu sengaja dibuat untuk kepentingan konten media sosial.

"Jika ditengarai ada keterlibatan atau kesengajaan untuk konten digital, maka perlu pembinaan bagi pelaku dan pengguna dunia digital," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bangkalan, Moawi Arif, kembali menegaskan bahwa kelompok tersebut bukan bagian dari peserta resmi lomba.

"Itu peserta gelap dan tidak terdaftar sebagai peserta dan tidak pernah ikut technical meeting (TM) kami," jelasnya.

Ia juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, tokoh agama, dan ulama atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

"Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat, kepada para kiai dan ulama atas adanya kejadian tersebut. Hal itu akan menjadi evaluasi bagi kami agar tidak terulang di kemudian hari," pungkasnya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik di Bangkalan dan memunculkan desakan agar pengamanan serta pengawasan peserta dalam kegiatan peringatan HUT RI diperketat agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.

https://surabaya.kompas.com/read/2026/08/12/094745478/gerak-jalan-di-bangkalan-tampilkan-aksi-tak-senonoh-mui-desak-polisi-usut. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.