Penjaga Pantai Korsel Tangkap 8 Kapal Nelayan China yang Berlabuh Ilegal di Perairan Yeonpyeong
Laksmi Anindita August 12, 2026 12:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Penjaga Pantai Korea Selatan menangkap delapan kapal nelayan China di perairan lepas pantai barat Korea Selatan pada Selasa (11/8/2026).

Delapan kapal tersebut diamankan karena diduga berlabuh secara ilegal dalam waktu lama tanpa izin di perairan dekat Pulau Yeonpyeong.

Informasi tersebut disampaikan Penjaga Pantai Wilayah Tengah Korea Selatan.

Para petugas menyita kapal-kapal tersebut atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Kapal serta Undang-Undang Pengelolaan dan Reklamasi Perairan Umum.

Dari delapan kapal yang diamankan, tiga di antaranya tidak memiliki awak.

Sementara itu, kapal lainnya diketahui membawa total 10 awak ketika diamankan.

Operasi penangkapan dilakukan dalam dua tahap, masing-masing sekitar pukul 14.00 dan 15.00 waktu setempat.

Penjaga Pantai Korea Selatan masih mengawal kapal-kapal tersebut sembari melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan dalam aktivitas penangkapan ikan ilegal.

Penangkapan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap aktivitas kapal China di kawasan perairan sekitar Korea Selatan.

Sementara itu, Taiwan juga terus meningkatkan kemampuan penjagaan wilayah perairannya untuk menghadapi potensi ancaman dan intrusi, terutama yang berkaitan dengan kapal-kapal China.

Taiwan baru-baru ini melengkapi kapal penjaga pantainya dengan kemampuan membawa rudal anti-kapal.

Baca juga: Klaim IRGC: Rudal dan Drone Iran Berhasil Hadapi Teknologi AI Amerika Serikat

Kapal-kapal tersebut kemudian disiapkan untuk dapat mendukung operasi pertahanan jika terjadi konflik.

Salah satu kapal penjaga pantai Taiwan kelas Anping menjadi bagian dari latihan tempur pesisir berskala besar pada Sabtu.

Latihan tersebut berlangsung bertepatan dengan hari keempat latihan militer tahunan Taiwan.

Latihan gabungan digelar di pesisir barat daya Taiwan dengan skenario menghadapi serangan pendaratan amfibi oleh pasukan China.

Latihan tersebut juga melibatkan empat kapal rudal kelas Kuang-6, pasukan khusus menggunakan perahu karet lambung kaku, serta drone serang jarak menengah.

Presiden Taiwan Lai Ching-te turut menyaksikan latihan tersebut.

Kapal kelas Anping juga terlihat bersiaga di Pelabuhan Tsoying yang merupakan salah satu pangkalan angkatan laut terbesar Taiwan.

Dalam situasi perang, kapal kelas Anping dengan bobot sekitar 750 ton dapat dipasangi hingga 16 rudal anti-kapal Hsiung Feng buatan Taiwan.

Rudal tersebut ditempatkan pada peluncur berbentuk kotak yang dipasang dengan posisi mengarah ke atas.

Kapal tersebut sebelumnya juga telah dilengkapi peluncur dalam latihan terpisah.

Keikutsertaan kapal penjaga pantai kelas Anping dalam latihan bersama Angkatan Laut Taiwan menunjukkan rencana untuk mengoperasikan kapal penjaga pantai bersama armada tempur utama jika terjadi konflik.

Kemampuan membawa rudal membuat kapal tersebut memiliki fungsi ganda. Pada masa damai, kapal dapat digunakan untuk patroli, sedangkan dalam situasi konflik dapat mendukung operasi pertahanan.

Kapal patroli kelas Anping banyak mengadopsi desain korvet Angkatan Laut Taiwan kelas Tuo Chiang.

Kapal tersebut menggunakan lambung katamaran yang dirancang untuk memberikan kestabilan dan kecepatan saat beroperasi di kondisi laut yang berat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.