Pengamat Ekonomi: Destry Damayanti Lebih Akomodasi Kepentingan Pemerintah Ketimbang Ekspektasi Pasar
Siti Fatimah August 12, 2026 01:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) lebih berkaitan dengan kepentingan pemerintah.

Menurut Acuviarta, Destry yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dinilai memiliki pengalaman yang cukup panjang di bank sentral. 

"Saya melihat bahwa ini lebih kepada pertimbangan kepentingan pemerintah. Padahal harapan pasar, BI lebih independen," ujar Acuviarta, kepada Tribun Jabar, Senin (10/9/2026). 

Acuvuarta menilai Destry nantinya akan lebih banyak mengakomodasi kepentingan pemerintah, termasuk dalam mengakselerasi kebijakan pemerintah dari sisi fiskal.

Baca juga: Investor Saham Harap Destry Damayanti Jaga Stabilitas Rupiah dan Kebijakan Moneter

"Sabilitas kebijakan moneter selama ini tidak hanya dipengaruhi kebijakan BI, tetapi juga kepercayaan pasar dan dinamika sektor fiskal. Masalahnya ada di pemerintah dan kebijakan fiskal," katanya.

Terkait ekspektasi pasar terhadap penunjukan Destry, Acuviarta melihat belum ada respons yang signifikan.

Hal itu, menurutnya, terlihat dari pergerakan nilai tukar sejak Destry menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo.

Karena itu, Acuviarta menilai peluang Destry membawa perubahan besar terhadap nilai tukar rupiah dalam waktu dekat masih sulit diharapkan.

Termasuk harapan agar nilai dolar Amerika Serikat yang masih berada di kisaran Rp17.000 dapat segera turun ke level Rp16.000.

Menurut dia, Destry kemungkinan besar akan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan sebelumnya.

"Saya kira tidak terlalu berpengaruh Bu Destry di situ. Justru harapan kita sebenarnya ada sosok baru yang lebih netral dan lebih juga bisa mengakomodasi keinginan pasar dan keinginan pemerintah," katanya.

Acuviarta juga menilai kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan kepemimpinan di sektor moneter. 

"Kondisi hari ini kita mengalami krisis leadership, karena pertimbangan, pagar-pagar politik yang diciptakan sendiri oleh Prabowo dan lingkarannya. Pertimbangan politik seharusnya tidak terlalu kuat dalam menentukan pemimpin BI," katanya. 

Baca juga: Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ini 4 PR Penting Jaga Stabilitas Rupiah

Sebab, BI semestinya terbebas dari kepentingan politik.

"BI itu harusnya terbebas dari kepentingan politik dan tidak mengakomodasi hanya kepentingan pemerintah," ujarnya.

Untuk langkah ke depan, Acuviarta memperkirakan fokus Destry tidak akan jauh berbeda dengan saat dirinya menjadi Pjs Gubernur BI. 

Destry dinilai akan mengakselerasi kebijakan pemerintah, sementara keputusan akhir di BI tetap berada dalam mekanisme Rapat Dewan Gubernur (RDG).

"Kalau saya melihat, Bu Destry relatif akan mengadopsi, mengakselerasi kebijakan-kebijakan pemerintah dari sisi fiskal. Jadi, saya kira ini lebih kepada mengakomodasi kepentingan pemerintah karena memang masalahnya ada di pemerintah dan kebijakan fiskal," kata Acuviarta.

Acuviarta menambahkan, penunjukan tersebut menunjukkan kuatnya pertimbangan politik dalam menentukan sosok pemimpin BI.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.