HUT ke-81 RI, Dinas TPH Sulteng Gelar Merdeka Ekspor Durian, Hadirkan Pameran, hingga Pasar Tani
Fadhila Amalia August 12, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Dinas TPH Sulteng, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Rabu (12/8/2026).

Merdeka Ekspor Durian 2026 menjadi bentuk syukur atas keberhasilan durian Sulawesi Tengah menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Baca juga: TAPD dan DPRD Banggai Mulai Bahas Rancangan KUA PPAS 2027, Pendapatan Diproyeksikan Rp2,4 Triliun

Kepala Dinas TPH Sulteng Dodot Tinarso mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem durian Sulteng agar memiliki mutu dan daya saing di pasar global.

"Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah mengajak semua pihak, baik pemerintah, petani selaku produsen, kalangan swasta, pengusaha, serta para pelaku agribisnis lainnya, untuk bersama-sama berperan aktif dalam membangun tata kelola ekosistem durian Sulawesi Tengah yang bermutu dan berdaya saing," kata Dodot.

Menurutnya, Dinas TPH Sulteng terus mengintensifkan pendampingan, pengawasan, serta fasilitasi sarana dan prasarana kepada petani untuk menerapkan sistem jaminan mutu.

Salah satunya melalui registrasi dan sertifikasi, termasuk registrasi kebun dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP).

Dodot menjelaskan registrasi kebun GAP menjadi salah satu persyaratan wajib dalam protokol ekspor durian, khususnya untuk negara tujuan Tiongkok.

"Penerapan standar GAP dalam kegiatan budidaya durian secara menyeluruh dan konsisten tentunya diharapkan akan menghasilkan produk durian yang berkualitas dan berdaya saing," ujarnya.

Merdeka Ekspor Durian Sulteng 2026 dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), temu bisnis, coaching clinic, pelayanan registrasi kebun GAP dan protokol ekspor durian, hingga Pasar Tani.

Kegiatan juga diisi dengan penyerahan Surat Keterangan Registrasi GAP, penandatanganan kerja sama BRIDA Sulteng dengan Universitas Alkhairaat Palu terkait penelitian tanaman durian, serta launching Dashboard Potensi Hortikultura Sulteng.

Baca juga: Daerah Pengolah dalam Rezim Perizinan Tambang dan Industri Antara Status dan DBH Abuleke

Untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, panitia turut menggelar lomba menggambar dan mewarnai untuk siswa TK dan SD, lomba internal Dinas TPH, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan keberhasilan ekspor durian merupakan hasil perjuangan panjang yang telah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur.

Ekspor perdana durian Sulteng, kata Anwar, berhasil diwujudkan pada 2025 dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai "Raja Durian Dunia".

"Tidak bisa kita menyukseskan program ini tanpa kolaborasi semua pihak. Tidak bisa berdiri sendiri. Tidak bisa ada ego sektoral kalau kita mau sukses menjadikan Sulteng menjadi Raja Durian Dunia," tegasnya.

Anwar juga meminta pemerintah berperan sebagai regulator yang memudahkan dunia usaha berkembang.

"Regulasi yang memudahkan, bukan regulasi yang menyulitkan dunia usaha berkembang," katanya.

Ia berharap penguatan kualitas, riset, dan kontinuitas produksi dapat membuat durian Sulteng semakin mampu bersaing di pasar internasional.

Baca juga: Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026, DPRD Tolitoli Dorong Perlindungan Petani

"Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah untuk melalui durian ini rakyat kita bisa sejahtera," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.