TRIBUNSTYLE.COM - Medan tidak hanya dikenal sebagai kota dengan kekayaan kuliner, tetapi juga memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Kesultanan Deli. Salah satu yang paling ikonik adalah Istana Maimun yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun.
Bangunan megah dengan dominasi warna kuning tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi ketika berada di Kota Medan. Warna kuning yang menghiasi bangunan memiliki keterkaitan dengan simbol kedigdayaan Kesultanan Melayu pada masa itu.
Baca juga: Surga Kuliner Medan: Sensasi Sunda Rasa Bali Buat Weekend Getaway
Istana Maimun memiliki bangunan dua lantai yang terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni ruang utama, sayap kanan, dan sayap kiri. Pembagian tersebut menjadi bagian dari karakter arsitektur istana yang membuat bangunan terlihat luas dan megah.
Keunikan lainnya terletak pada perpaduan gaya arsitektur yang digunakan. Bangunan Istana Maimun memadukan unsur kebudayaan Melayu dan Islam dengan pengaruh arsitektur Spanyol, India, serta Italia.
Perpaduan tersebut membuat tampilannya memiliki karakter yang berbeda dibandingkan bangunan bersejarah lainnya di Medan.
Dalam informasi yang beredar mengenai istana, rancangan bangunan ini dikaitkan dengan Theodore van Erp, seorang arsitek asal Belanda yang juga memiliki latar belakang sebagai perwira militer. Sentuhan berbagai gaya arsitektur tersebut kemudian menghasilkan bangunan dengan tampilan yang khas dan mudah dikenali.
Baca juga: Liburan ke Medan Sumatera Utara? Ini 5 Soto Medan Paling Enak yang Wajib Masuk Daftar Kuliner Anda
Saat berkunjung, wisatawan tidak hanya dapat melihat bagian bangunan dan interiornya. Tersedia pula fasilitas sewa pakaian adat Melayu Deli yang memungkinkan pengunjung mengenakan busana tradisional untuk mengabadikan momen di dalam kawasan istana.
Aktivitas tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Dengan latar bangunan bersejarah dan pakaian adat Melayu, hasil foto kunjungan juga dapat menjadi dokumentasi yang menarik.
Di area sekitar istana terdapat pula Meriam Puntung, benda bersejarah yang memiliki cerita dan legenda populer dalam masyarakat Melayu Deli. Keberadaannya menjadi salah satu bagian yang membuat kunjungan ke Istana Maimun tidak hanya berkaitan dengan arsitektur, tetapi juga cerita sejarah dan budaya setempat.
Istana Maimun buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pengunjung yang datang pada Jumat perlu memperhatikan kemungkinan adanya jeda aktivitas sekitar waktu salat Jumat.
Untuk tiket masuk, wisatawan dewasa dikenakan biaya sekitar Rp10.000, sedangkan anak-anak sekitar Rp5.000 per orang. Harga tersebut membuat wisata sejarah di Istana Maimun relatif terjangkau untuk dikunjungi bersama keluarga.
Lokasinya yang berada di kawasan Medan Maimun juga membuat istana cukup mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan ketika menjelajahi Kota Medan.
Pengunjung dapat menghabiskan waktu untuk melihat arsitektur, mengenal sejarah Kesultanan Deli, menikmati suasana kawasan, sekaligus mencoba mengenakan pakaian adat.
Dengan bangunan berwarna kuning yang ikonik, perpaduan arsitektur berbagai budaya, koleksi sejarah, hingga keberadaan Meriam Puntung, Istana Maimun menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk mengenal jejak sejarah Medan.
Tempat ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan bagian dari warisan budaya yang masih dapat dikunjungi hingga sekarang.
(@Kompas.Travel/TribunStyle.com/Farah Aulya)