Apa Itu Fenomena Haze? Pemicu Udara Berasap dan Kabur di Kota Padang
Rahmadi August 12, 2026 03:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau menjelaskan apa itu fenomena haze yang menyebabkan kondisi udara di Kota Padang tampak berasap dan kabur dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Rafi, menjelaskan berdasarkan data sebaran titik panas di Sumatera Barat, terdapat sembilan titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (medium).

Titik panas tersebut terdeteksi berada di wilayah Pasaman Barat dan Pesisir Selatan.

Namun, BMKG memastikan kondisi udara kabur yang dirasakan masyarakat Kota Padang tidak serta-merta menunjukkan adanya asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di daerah lain.

Baca juga: FKIP UT dan Tiga Fakultas UNP Tandatangani MoA, Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Hujan Minim Tiga Hari, Partikel Kering Terangkat

Rafi mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan udara di Kota Padang terlihat kabur adalah minimnya hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Untuk kondisi udara kabur di Kota Padang, berdasarkan data kami, selama tiga hari terakhir hujan di wilayah Sumatera Barat cenderung sangat minim," ujar Rafi saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Rabu (12/8/2026).

Akibatnya, udara terlihat buram dan masyarakat seolah-olah melihat kondisi berkabut atau berasap.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah haze.

Fenomena haze juga disebut cenderung lebih mudah dirasakan di wilayah perkotaan.

Baca juga: 170 Orang Daftar Pilwana Serentak 2026 di Solok Selatan, Bidar Alam Paling Banyak

Bukan Asap Kiriman dari Sumatera Selatan

Terkait dugaan kondisi udara tersebut disebabkan asap kebakaran hutan dan lahan, BMKG menyebut belum ada indikasi asap dari Sumatera Selatan yang masuk ke Sumatera Barat.

Rafi mengatakan, berdasarkan peta sebaran asap, asap dari wilayah Sumatera Selatan belum mencapai Sumatera Barat.

"Kalau dari peta sebaran asap yang terdapat di Sumatera Selatan, memang belum sampai ke Sumatera Barat," katanya.

Dengan demikian, kondisi udara kabur yang dirasakan masyarakat Kota Padang lebih berkaitan dengan kondisi atmosfer lokal dan minimnya curah hujan.

Kondisi tersebut juga dapat membuat jarak pandang masyarakat ketika berkendara terasa sedikit berkurang.

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Arti Lirik Lagu Minang Bapindah Ka Nan Lain - Fauzana: Jikok Kato Maaf

Kualitas Udara Masih Baik hingga Sedang

Meski udara tampak kabur, masyarakat Kota Padang tidak perlu langsung khawatir. BMKG menyebut kualitas udara berdasarkan parameter PM2,5 masih berada dalam kategori baik hingga sedang.

"Untuk kualitas udara berdasarkan data PM2,5 masih baik hingga sedang, belum tidak sehat," jelasnya.

Artinya, kondisi udara saat ini belum menunjukkan kategori tidak sehat berdasarkan data yang dipantau BMKG.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi tubuh, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara yang sedang kabur.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Kinali Tewaskan 1 Orang, Pemkab Pasaman Barat Kirim Bantuan

Warga Rasakan Udara Lebih Panas

Kondisi udara yang kabur tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang beraktivitas di Kota Padang.

Salah seorang pengendara, Diki, mengatakan dirinya melihat kondisi udara dalam beberapa hari terakhir tampak seperti berasap atau berkabut.

"Iya benar, kalau dari pandangan saya cuaca atau udaranya seperti berasap atau berkabut. Pandangan saya ketika berkendara pun berkurang dari biasanya karena seperti berkabut," kata Diki.

Selain jarak pandang yang dirasakan berkurang, ia juga merasakan suhu udara Kota Padang lebih panas dibandingkan biasanya.

"Selain itu cuacanya juga terasa lebih panas dari biasanya. Baik siang ataupun malam dalam beberapa hari ini terasa cukup panas udara Kota Padang," ujarnya.

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Udara Kota Padang Kabur Berkabut, Fenomena Haze Mengintai

BMKG Prediksi Hujan Mulai Meningkat

Di tengah kondisi udara yang tampak kabur, BMKG memprakirakan adanya peningkatan potensi curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam tiga hari ke depan.

Khusus Kabupaten Agam, BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore hingga malam hari pada Kamis, 13 Agustus 2026.

"Untuk beberapa hari ke depan, tiga hari ke depan, terdapat peningkatan potensi curah hujan di wilayah Sumatera Barat," kata Rafi.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 12 Agustus 2026: Didominasi Berawan, Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Warga Diimbau Lindungi Diri Saat Beraktivitas

BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan perlindungan diri ketika beraktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih relatif kering dan tampak kabur.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

BMKG berharap masyarakat tidak panik dengan kondisi udara kabur tersebut, namun tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kualitas udara.

Apalagi, potensi hujan diperkirakan mulai meningkat dalam beberapa hari mendatang sehingga kondisi udara berpeluang kembali membaik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.