TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - SMKN 3 Bondowoso, Jawa Timur, mengembangkan inovasi kendaraan hybrid dengan mengonversi sepeda motor dan mobil berbahan bakar minyak agar dapat menggunakan dua sumber energi, yakni BBM dan gas LPG.
Inovasi yang dikerjakan guru dan siswa tersebut dirancang agar kendaraan dapat berpindah sumber bahan bakar secara otomatis. Teknologi ini juga diklaim mampu menekan biaya bahan bakar.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, melihat langsung ke SMKN 3 Bondowoso, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: Air Bekas Jualan Bikin Jalanan Licin, Hingga Membuat Pengendara Motor Terpeleset di Bondowoso
Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono mengatakan inovasi tersebut lahir dari upaya sekolah mendorong siswa jurusan teknik menghasilkan teknologi yang efektif dan efisien.
Menurut dia, penggunaan sistem hybrid memungkinkan kendaraan memanfaatkan BBM maupun LPG sesuai kebutuhan. Untuk sepeda motor, penghematan biaya bahan bakar diklaim dapat mencapai 60 persen.
Daris memberikan gambaran, uang Rp 20.000 yang sebelumnya digunakan untuk membeli sekitar 2 liter Pertalite dan mampu membawa sepeda motor menempuh sekitar 80 kilometer, dapat dialihkan menggunakan LPG.
Setelah dikonversi, LPG dengan nilai pembelian yang sama disebut mampu digunakan untuk menempuh jarak hingga 245 kilometer.
"Untuk sepeda motor, efisiensinya bisa hemat sampai 60 persen," ujar Daris.
Untuk kendaraan roda empat, satu tabung LPG dengan nilai pembelian yang sama disebut mampu menghasilkan jarak tempuh sekitar 70 hingga 100 kilometer, tergantung kecepatan kendaraan.
Sekolah juga menyiapkan alternatif apabila LPG subsidi sulit diperoleh. Kendaraan tetap dapat menggunakan LPG nonsubsidi atau Bright Gas dan menurut Daris masih lebih efisien dibandingkan penggunaan BBM sepenuhnya.
"Sistem kontrolnya fleksibel. Pengendara bisa langsung berganti dari Pertalite ke gas, begitu juga sebaliknya," jelasnya.
Baca juga: DLH Bondowoso Angkut 3 Ton Sampah Usai Gerak Jalan, Bersih Kurang dari 1 Jam
Sudah diuji hingga Lumajang
SMKN 3 Bondowoso tidak hanya mengembangkan sistem konversi, tetapi juga melakukan pengujian terhadap kendaraan tersebut.
Daris mengatakan kendaraan telah menjalani uji jalan hingga Kabupaten Lumajang. Sekolah juga menguji penempatan tabung LPG di bagian luar kendaraan untuk memastikan aspek keamanannya.
"Tabung gas pada mobil pikap kami tempatkan di luar, tidak di dalam kabin. Hasilnya aman," katanya.
Penempatan tabung di luar kabin menjadi salah satu bagian dari desain kendaraan yang dikembangkan sekolah.
SMKN 3 Bondowoso kini berupaya menyiapkan inovasi tersebut agar tidak berhenti sebagai proyek pembelajaran. Sekolah tengah berproses menuju status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Melalui program Teaching Factory, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga diperkenalkan dengan pengelolaan usaha, termasuk arus kas secara nyata.
"Saat ini kami sedang dalam proses menuju BLUD," terangnya.
Status BLUD dinilai penting untuk mendukung rencana komersialisasi produk sekolah, termasuk dari sisi administrasi dan pengelolaan keuangan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi inovasi yang dikembangkan SMKN 3 Bondowoso. Menurutnya, sekolah perlu terus menghasilkan karya yang membuat proses pembelajaran lebih produktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
"Pertama, saya memberikan apresiasi tinggi. Sekolah-sekolah di Bondowoso ini sudah semakin maju," ungkap Aries.
Aries mengatakan inovasi yang dilakukan secara konsisten dapat membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi juga menghasilkan produk dan keterampilan yang dapat dikembangkan.
Namun, Aries mengingatkan bahwa rencana komersialisasi harus disertai kesiapan administrasi, terutama melalui status BLUD.
"Jika ingin dikomersialkan, sekolah harus menjadi BLUD terlebih dahulu agar tidak terkendala dalam proses administrasi keuangan," jelasnya.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Bondowoso Lepas Kontingen Pramuka Penggalang ke Jambore Nasional XII Cibubur
Menurut Aries, kemampuan sekolah menghasilkan barang atau jasa dengan melibatkan guru dan siswa merupakan sebuah kebanggaan sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi.
Pemprov Jatim, lanjut dia, siap bersinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
"Jika sekolah membutuhkan peralatan pendukung, nanti akan kita sinergikan, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur," tambahnya.
Selain kendaraan hybrid, dalam kunjungan tersebut Aries juga melihat sejumlah inovasi siswa SMKN 3 Bondowoso lainnya, seperti Si Gesit (Sistem Gerbang Otomatis) dan Si Romantis (Siram Tanaman Otomatis).
Dalam kesempatan yang sama, Aries turut meresmikan bengkel OOO STM SMKN 3 Bondowoso.