Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Suhud Alynudin mengingatkan agar pengusaha, khususnya pengusaha hiburan untuk tidak mempermainkan agama demi menarik pengunjung dalam bisnisnya.

Suhud mengatakan hal itu di Jakarta, Rabu, menanggapi video viral tentang tantangan hafalan Al Qur’an berhadiah minuman keras (miras) di salah satu booth sponsor di konser musik "The Sounds Project", di Ancol, Jakarta Utara, pada 7-9 Agustus lalu.

Dia menyayangkan tindakan tersebut karena sudah menyakiti perasaan umat beragama khususnya umat Islam.

“Jangan sampai ini terulang di masa yang akan datang dalam kegiatan hiburan-hiburan lainnya,” katanya.

Suhud berharap para pengusaha lebih fokus saja pada inovasi bisnis yang sehat, dengan tidak melakukan gimik-gimik acara yang menyentuh ke ranah penistaan agama tertentu.

“Sebaiknya yang dilakukan para pengusaha demikian, sehingga hiburan di kota Jakarta yang menuju kota global ini tetap kreatif, inovatif dan berbudaya,” kata Suhud.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga telah mengecam aksi tantangan hafalan Al Quran berhadiah miras tersebut.

Menurut Pramono, hal tersebut sangat menodai kehidupan beragama yang selama ini telah terjaga di ibu kota.

“Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat kita jaga bersama di Jakarta,” ujar Pramono.

Untuk itu, Pramono mengatakan dirinya meminta kepada Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengambil tindakan tegas.

Sebab, Pramono menegaskan hal tersebut tidak boleh terjadi di Jakarta. Pramono pun menyesalkan hal itu terjadi di ibu kota.