Kualitas Udara Palembang Memburuk, PM2.5 Tembus 144,4 µg/m³, Sungai Musi Mulai Berkabut
Welly Hadinata August 12, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kualitas udara di sejumlah wilayah perairan Sungai Musi dan Sungai Ogan, Palembang, mulai memburuk.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Pemantauan pada Rabu (12/8/2026) menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat berada di kisaran 80-127, dengan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 rata-rata sekitar 25-40 µg/m⊃3;.

Sejumlah kawasan perairan juga terpantau berawan dan diselimuti udara kabur.

Berdasarkan data BMKG, peningkatan konsentrasi PM2.5 bahkan tercatat cukup signifikan di lokasi tertentu.

Di Stasiun Musi 2 Palembang, konsentrasi PM2.5 pada pukul 08.00 WIB mencapai 144,4 µg/m⊃3; atau masuk kategori Tidak Sehat.

Penurunan kualitas udara tersebut mulai terdeteksi sejak Selasa (11/8/2026) malam dan masih bertahan hingga Rabu pagi.

Aktivitas Sungai Ogan Masih Berjalan

Meski kabut asap tipis mulai terlihat, aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Ogan, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, masih berlangsung normal.

Angkutan perairan tetap beroperasi untuk mendukung mobilitas warga, termasuk mengantar anak-anak menuju sekolah, warga yang berbelanja ke Pasar Induk Jakabaring hingga mengangkut berbagai barang.

Munir, warga yang tinggal di kawasan rumah rakit di bantaran Sungai Ogan, mengatakan jarak pandang untuk pelayaran sejauh ini masih cukup aman.

"Jarak pandang masih aman, asap memang ada tapi masih tipis. Ya semoga tidak semakin parah seperti tahun-tahun lalu," ujar Munir saat ditemui di kawasan rumah rakit pemancingan.

Kondisi kualitas udara ini menjadi perhatian karena peningkatan PM2.5 dapat berdampak lebih besar terhadap kelompok sensitif, terutama ketika konsentrasi partikulat terus meningkat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.