Partai Hanura 'Tancap Gas' Songsong Pemilu 2029, DPD di Sumsel Sasar Milenial dan Pemilih Pemula
Refly Permana August 12, 2026 06:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Partai Hanura memulai konsolidasi besar-besaran dan mulai memanaskan mesin partai dalam menyongsong Pemilu 2029. 

Partai yang gagal lolos ke Senayan dalam dua pemilu terakhir ini menargetkan pembenahan struktur hingga tingkat desa selesai akhir September 2026.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella saat konsolidasi dengan pengurus Hanura se-Sumatera Selatan di Hotel Aston Palembang, Rabu (12/8/2026).

“Hanura pernah mendapatkan dua kursi DPR, kemudian turun. Kami menargetkan Hanura kembali ke masa lalu,” kata Rio setelah memberikan arahan.

Baca juga: Ketua Hanura Sumsel Soroti Pemerintahan Prabowo: Lapangan Kerja dan Ekonomi Harus Jadi Prioritas

Ia mengatakan, evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memetakan potensi suara di 84 Daerah Pemilihan (Dapil). 
Setelah struktur selesai dibenahi, kader diminta bergerak ke setiap dapil mulai 2027.

Rio mengingatkan agar konsolidasi tidak dilakukan setengah-setengah. DPP mengancam akan mengganti pengurus daerah yang lambat atau menghambat proses. 

“Tidak ada pandang bulu,” katanya.

Berbeda dari persiapan sebelumnya, Hanura disebut akan mengedepankan kerja nyata di lapangan. 

“Kemenangan 2029 bukan karena sering rapat dan faktor materi saja, tapi karena kerja kader yang tulus,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rio juga mengusulkan perubahan sistem pemilu menjadi kombinasi terbuka-tertutup.
Ia menilai sistem terbuka saat ini membuat kontestasi seperti “pasar bebas” yang menguntungkan modal. 

Meski begitu, Hanura menyatakan siap menghadapi berapapun besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Sementara, Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Selatan Ahmad Al Azhar menyatakan kesiapan penuh jajarannya menyambut Pemilu 2029. 

Baca juga: Hanura Sumsel Pasang Target Rebut Kursi Hilang di Pemilu 2029, Tak Ada Toleransi Pengurus Bermasalah

Ia menyebut persiapan di wilayahnya sudah lebih matang dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, meski dilakukan secara tidak dipublikasikan.

“Kami dari Sumatera Selatan tentu dengan semangat DPP yang sekarang, kami mengimbangi apa yang menjadi target DPP dan ini kami telah bekerja secara maksimal. Ini saja sebagai bukti bahwa kami tampak pada akhir ini bekerja senyap, akan tetapi kami telah membuktikan apa yang telah kami kerjakan,” ujar Al Azhar.

Al Azhar menegaskan penguatan infrastruktur partai dari tingkat provinsi hingga desa menjadi prioritas utama. Evaluasi kekurangan pada pemilu lalu disebut menjadi dasar perbaikan struktur kepengurusan saat ini. 

“Kami memperkuat infrastruktur partai sampai ke desa. Sekarang kami bekerja berdasarkan mengevaluasi apa yang telah kami lakukan pada langkah-langkah yang lalu, dan kami yakin dengan evaluasi kekurangan ini, kami siap,” tegasnya.

Menghadapi Pemilu 2029 dan 2031, DPD Hanura Sumsel juga menyasar pemilih milenial dan pemilih pemula. 

Segmen tersebut disebut menjadi tantangan sekaligus pelajaran utama partai untuk meraih suara.

“Kami disebutkan dengan milenial muda itu sudah kami lakukan, karena pemilik pemula ini lebih banyak, jadi pemilik milenial ini menjadi pelajaran pertama,” pungkasnya seraya segala upaya tersebut dilakukan Hanura Sumsel untuk kembali mendapatkan kursi di Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.