Bayi Baru Lahir di Palembang Bisa Langsung Dapat Akta, KK, & KIA Melalui Integrasi Data SINERGI 5.0
Welly Hadinata August 12, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiapkan layanan terintegrasi yang memungkinkan dokumen kependudukan bayi diproses sejak baru lahir, sehingga orang tua tidak perlu bolak-balik ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Layanan tersebut dikembangkan melalui program SINERGI 5.0 (Sistem Integrasi dan Kolaborasi Digital Governance 5.0).

Project Leader SINERGI 5.0 sekaligus Kepala BKPSDM Kota Palembang Adi Zahri mengatakan, sistem tersebut menghubungkan data kelahiran milik Dinas Kesehatan dengan aplikasi Lambidaro milik Dinas Dukcapil melalui API Bridge.

“Melalui integrasi tersebut, data kelahiran yang diinput oleh operator fasilitas pelayanan kesehatan dapat diteruskan secara digital sehingga proses administrasi kependudukan dapat dilakukan lebih cepat,” kata Adi kepada Sripoku.com, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, selama ini data kelahiran yang berasal dari rumah sakit, klinik, bidan, dan puskesmas masih diproses secara terpisah.

Melalui sistem baru tersebut, satu data kelahiran dapat dimanfaatkan sekaligus untuk kebutuhan pelayanan kesehatan bayi maupun penerbitan dokumen kependudukan.

KK, KIA hingga Akta Kelahiran Bisa Diproses

Berdasarkan data kelahiran yang masuk ke sistem, sejumlah dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan akta kelahiran dapat langsung diproses.

Untuk dokumen yang membutuhkan bentuk fisik, pencetakan tetap dilakukan oleh Dinas Dukcapil.

Ke depan, dokumen yang telah selesai juga diarahkan untuk diserahkan melalui fasilitas kesehatan tempat bayi dilahirkan.

“Dengan demikian, orang tua tidak perlu kembali datang ke kantor Dukcapil hanya untuk mengurus dokumen kependudukan anak,” jelas Adi.

Program tersebut merupakan proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan V Tahun 2026.

Dalam implementasinya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang ditunjuk sebagai agregator, integrator, sekaligus orkestrator layanan digital lintas perangkat daerah.

Tahap awal program telah mencakup pembentukan tim, penandatanganan SOP pertukaran data, penyusunan arsitektur interoperabilitas, dokumentasi API Bridge hingga uji coba menggunakan data dummy.

Saat ini, implementasi awal telah berjalan di sejumlah fasilitas kesehatan di Palembang, di antaranya RSUD Palembang Bari, RSUD Gandus, Klinik Pak Haji dan Bidan Vitri Suzanti.

Adi menyebut integrasi data kelahiran tersebut menjadi salah satu quick win SINERGI 5.0 sekaligus fondasi menuju layanan administrasi kependudukan yang lebih proaktif.

“Layanan ini sebagai kado dari Wali Kota Palembang untuk warga,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.