Pelatih kepala baru Newcastle, Matthias Jaissle, memperingatkan suporter bahwa kesuksesan tidak akan datang dalam semalam setelah perombakan skuad pada musim panas
Dewi Rahayu August 12, 2026 06:34 PM

Pelatih kepala baru Newcastle, Matthias Jaissle, memperingatkan para suporter bahwa kemajuan tidak akan datang seketika setelah bursa transfer musim panas yang penuh gejolak.

Ia menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki ambisi besar setelah menggantikan Eddie Howe, tetapi mengakui klub sedang menghadapi masa transisi yang signifikan menyusul kepergian sejumlah pemain kunci dengan sorotan tinggi serta perubahan arah kebijakan transfer menuju perekrutan talenta muda elite.

Pendekatan ambisius di tengah transisi besar skuad

Berbicara dalam perkenalan resminya pada Selasa, Jaissle untuk pertama kalinya menghadapi media sejak mengambil alih jabatan di St James' Park. Seperti dilaporkan The Independent, ia sepenuhnya menyadari besarnya tantangan di depan setelah musim panas yang ditandai hengkangnya kapten Bruno Guimarães, Sandro Tonali, dan Anthony Gordon.

Newcastle juga mengubah strategi transfer mereka dengan mendatangkan tiga pemain lapangan berusia di bawah 22 tahun: Bazoumana Touré, Sean Steur, dan Aladji Bamba. Meski kehilangan banyak pengalaman, pelatih berusia 38 tahun itu tetap optimistis menatap masa depan. Ia mengatakan: "Kami ambisius. Itu yang paling penting, dan juga alasan saya memutuskan datang ke sini. Tetapi ini tidak akan terjadi dalam semalam."

Mencari solusi untuk menggantikan bintang yang pergi

Kepergian para pemain tersebut menciptakan kekosongan yang terasa jelas di ruang ganti, sehingga memberi tekanan kepada skuad yang ada saat ini untuk tampil lebih besar. Jaissle mengakui dampak kehilangan figur-figur yang sangat penting itu, tetapi menolak terpaku pada sisi negatif.

Ia menjelaskan: "Para pemain yang meninggalkan klub, mereka adalah pemain hebat, karakter hebat, pemain berpengalaman, dan sekarang ada kekosongan. Pemain lain harus melangkah masuk. Ini tantangan besar, seperti biasanya ketika ada masa transisi, tetapi ini bukan saatnya mengeluh. Tidak masuk akal melihat hal-hal negatif. Kami ingin melihat peluang dalam situasi itu dan itulah pendekatan kami sejak hari pertama." Pelatih asal Jerman itu juga mengonfirmasi bahwa ia masih belum menunjuk kapten permanen yang baru.

Memaksimalkan potensi skuad yang ada

Selain mempertimbangkan kemungkinan tambahan pemain baru seperti gelandang Marseille Pierre-Emile Hojbjerg, Jaissle juga memusatkan perhatian untuk meningkatkan performa para pemain yang sudah dimilikinya. Itu termasuk penyerang Nick Woltemade, yang bergabung dengan Newcastle 12 bulan lalu dengan biaya rekor klub sebesar £69 juta.

Woltemade mencetak lima gol dalam delapan penampilan pertamanya, tetapi kesulitan menjaga konsistensi performa tersebut. Menanggapi situasi sang pemain, pelatih kepala itu berkata: "Saya melihat dia mengalami periode yang sulit. Sejak hari pertama, kami banyak berbicara, dia harus meninggalkan masa lalu di belakang. Itu sesuatu yang tidak bisa dia ubah. Kami hanya melihat ke depan. Kami mencari solusi, kami melakukan yang terbaik. Bukan hanya dengan Nick, tetapi juga dengan semua pemain lainnya."

Apa berikutnya untuk Newcastle dan Jaissle?

Jaissle kini akan berusaha membangun momentum setelah meraih kemenangan uji coba 2-1 atas Valencia dalam pemusatan latihan terbaru mereka di Spanyol. Newcastle tidak punya banyak waktu karena mereka akan bertandang ke Edinburgh untuk menghadapi Everton dalam laga pramusim pada Rabu. Ia akan memanfaatkan rangkaian persiapan terakhir ini untuk mengevaluasi skuad sebelum kampanye Premier League yang baru dimulai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.