TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -- Pemerintah Kota Prabumulih mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Peringatan dan imbauan tersebut disampaikan Wakil Walikota Prabumulih, Franky Nasril SKom MM yang meminta agar warga tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun, termasuk membakar sampah, membuka kebun, ataupun membersihkan lahan.
Langkah preventif ini ditegaskan pemerintah setempat guna mengantisipasi lonjakan titik api (hotspot) yang berpotensi memicu bencana kebakaran besar di wilayah Bumi Seinggok Sepemunyian.
"Saat ini cuaca ekstrem musim kemarau, kami imbau masyarakat agar tidak membakar dan menyebabkan timbulnya titik api," ungkap Franky didampingi Ketua DPRD H Deni Victoria SH MSi ketika diwawancarai di sela-sela kegiatan lomba gerak jalan di pendopoan rumah dinas walikota Prabumulih, Rabu (12/8/2026).
Kondisi iklim di Kota Prabumulih selama beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan kerawanan. Musim kemarau yang disertai suhu udara tinggi dan angin kencang membuat vegetasi serta tumpukan sampah menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
Franky Nasril menjelaskan bahwa dalam kondisi kering seperti sekarang, percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat meluas dan menjadi tidak terkendali. Imbauan ini dikeluarkan bukan tanpa alasan, namun pemerintah daerah ingin memastikan keselamatan jiwa dan aset kebun dan rumah milik masyarakat agar aman dari ancaman kebakaran rumah, lahan, maupun perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian warga.
Pembakaran lahan yang tidak terkendali di musim kemarau terbukti sering menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran beruntun yang merugikan sektor ekonomi dan lingkungan. Selain risiko kehilangan harta benda, dampak buruk dari asap kebakaran lahan juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama terkait penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Oleh karena itu, Wakil Walikota Franky juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker jika memang kondisi udara di kota Prabumulih sudah banyak asap sehingga tidak mengganggu kesehatan masyarakat. "Kalau memang asap sudah banyak maka kami imbau masyarakat untuk memakai masker, itu untuk menjaga kesehatan," tuturnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Bang Franky juga meminta masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran atau titik api agar melapor ke petugas BPBD Pemkot Prabumulih atau ke posko-posko yang telah diaktifkan di kota Prabumulih.
"Ada beberapa titik posko yang siaga 24 jam dan kemarin ditinjau langsung oleh Pak Walikota bersama Ketua DPRD dan forkopimda lainnya, jika ada kebakaran bisa lapor langsung ke posko maupun BPBD agar segera ditindaklanjuti," tegasnya.
Pemerintah Kota Prabumulih bersama instansi terkait seperti Pemadam Kebakaran dan BPBD kini juga terus menyiagakan personel untuk memantau titik-titik rawan api di seluruh wilayah kecamatan demi menjaga kondusivitas kota.
(*)