BANJARMASINPOST.CO.ID- Meski luasan lahan terdampak kekeringan cukup besar, Kepala UPT BPTPH Kalsel, Lestari Fatria W memastikan kondisi tersebut belum mengganggu keamanan pasokan beras Kalsel.
Menurut dia, sejumlah daerah masih akan memasuki masa panen hingga September mendatang.
“Walaupun kekeringan, kita jamin pasokannya aman karena beberapa daerah panen sampai dengan September dan kita mengupayakan pompanisasi untuk wilayah yang kekeringan,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Upaya penyelamatan tanaman juga terus dilakukan. Dinas Pertanian bersama instansi terkait kata Lestari terus mendampingi petani mengoperasikan pompa air, merealisasikan sumur bor dan melakukan pengerukan embung untuk menambah sumber air bagi lahan pertanian.
Baca juga: Kekeringan Areal Persawahan di Tanahlaut Meluas, Petani Risau Sebagian Besar Bulir Padi Hampa
“Penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering, seperti Inpari 32, juga didorong untuk menghadapi kondisi iklim yang semakin ekstrem,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk mengoptimalkan debit air irigasi serta mengatur pintu air, terutama pada lahan pertanian pasang surut.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air tawar sekaligus mengantisipasi masuknya air laut ke lahan pertanian.
Penanganan kekeringan juga melibatkan BPBD, BMKG, Bappeda, Binda, dinas pertanian kabupaten/kota, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, BRMP, BBPP Binuang dan BLIP.
Bahkan, BPBD Provinsi Kalsel menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta distribusi logistik untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi darurat.
Baca juga: Isi Curhatan Petani di Langkang Baru Kotabaru Kalsel yang Sawahnya Mulai Alami Kekeringan
Ke depan, pemerintah masih akan memantau perkembangan kekeringan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi apabila terdapat lahan yang benar-benar mengalami puso.
“Salah satunya dengan memastikan ketersediaan benih untuk penanaman ulang,” katanya.
Pemerintah, kata Lestari, juga akan mencari sumber-sumber air baru yang dapat dimanfaatkan sebagai sumur bor serta mengoptimalkan sumber air permukaan seperti sungai untuk memperluas jangkauan pompanisasi. (Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman)