Macan Kumbang yang Masuk Rumah Warga Batang dan Mangsa Ternak Luka di Kaki: Sudah Lama
muslimah August 13, 2026 11:55 AM

Macan Kumbang yang Masuk Rumah Warga Batang dan Mangsa Ternak Luka di Kaki: Sudah Lama

TRIBUNJATENG.COM, BATANG — Warga Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026) dibuat geger karena kemunculan seekor macan kumbang.

Satwa liar dilindungi itu bahkan sampai masuk ke rumah warga.

Lantas kenapa macan kumbang bisa turun ke pemukiman?

Diduga macan tersebut keluar kawasan habitatnya untuk mencari makanan setelah mengalami luka pada salah satu kakinya.

Baca juga: Pemuda Semarang Dimasukkan ke Mobil Lalu Dipukuli Pakai Knalpot , Sudah Dianiaya 2 Kali

Dalam kondisi tersebut, macan kumbang sempat memangsa sejumlah ternak sebelum masuk dan terjebak di dalam rumah warga.

Informasi keberadaan satwa tersebut pertama kali diterima Polsek Bawang sekitar pukul 05.30 WIB. 

Warga kemudian melaporkan macan kumbang yang berada di sekitar permukiman dan telah memangsa ayam serta marmut milik Turyono, warga RT 016/RW 003.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama Koramil, Trantib, Perhutani, relawan, dan warga segera mendatangi lokasi.

Petugas melakukan pengamanan untuk mencegah warga mendekati satwa sekaligus mengantisipasi kemungkinan macan keluar dari lokasi.

Kapolsek Bawang AKP Slamet Riyanto, mengatakan macan kumbang kemudian masuk ke dalam rumah milik Turyono.

"Petugas di lapangan mengamankan lokasi dan mengurung macan kumbang yang masuk ke dalam rumah milik Bapak Turyono dengan cara menutup seluruh akses pintu rumah," kata AKP Slamet Riyanto kepada Tribunjateng, Rabu (12/8/2026). 

Situasi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati. 

Selain berhadapan dengan satwa liar yang berpotensi membahayakan, petugas juga harus memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.

Tim khusus kemudian didatangkan untuk menangani satwa tersebut. 

Evakuasi melibatkan BKSDA Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Rimbawanto, tim Taman Safari Beach Batang bersama dokter hewan Drh Bowo, Damkar, BPBD Kabupaten Batang, serta jajaran Muspika Kecamatan Bawang.

Sekitar pukul 10.00 WIB, tim ahli tiba dan melakukan persiapan untuk melumpuhkan macan kumbang menggunakan obat bius. 

Setelah kondisi dinilai memungkinkan, petugas melakukan tindakan pembiusan secara terukur.

Upaya tersebut berhasil. Sekitar pukul 11.30 WIB, macan kumbang berhasil dilumpuhkan dan dievakuasi dari dalam rumah menggunakan kandang khusus.

Menariknya, dari hasil pengamatan awal, satwa tersebut diketahui mengalami luka pada salah satu kakinya. 

Kondisi itu diduga menjadi salah satu faktor yang membuat macan kumbang kesulitan mencari makanan di habitatnya hingga akhirnya turun mendekati permukiman warga.

"Dugaan sementara, macan kumbang tersebut turun ke pemukiman warga untuk mencari makan karena salah satu kakinya mengalami luka, sehingga kesulitan beradaptasi mencari makanan dan sekarang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, satwa dilindungi tersebut selanjutnya mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim terkait.

Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan sejumlah unsur, namun seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.

Tidak ada warga maupun petugas yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemunculan satwa liar di sekitar permukiman membutuhkan penanganan khusus.

Warga diminta tidak melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan satwa liar, terlebih satwa yang berpotensi membahayakan, dan segera melaporkannya kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman.

Dirawat di Beach Safari Batang. 

Macan Kumbang tersebut kini  mendapatkan perawatan di Beach Safari Batang, Rabu (12/8/2026). 

Kepala Resort KSDA Wilayah Semarang, Rimbawanto, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan macan kumbang di permukiman warga.

Mendapat laporan tersebut, petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

Rimbawanto menjelaskan, masuknya satwa liar ke permukiman pada dasarnya tidak selalu harus berakhir dengan evakuasi. 

Langkah pertama yang dilakukan petugas adalah melakukan penghalauan agar satwa dapat kembali ke habitat alaminya.

Namun, kondisi di lapangan membuat penghalauan tidak memungkinkan dilakukan.

“Sebetulnya satwa ini kalau masuk ke permukiman, yang harus kita lakukan pertama adalah penghalauan atau pengusiran agar dia bisa kembali ke habitat alam,” jelasnya.

Akan tetapi, karena macan kumbang tersebut sudah masuk ke dalam rumah warga dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, petugas memutuskan melakukan evakuasi dengan pembiusan.

“Melihat satwa sudah masuk ke dalam rumah dan membahayakan masyarakat, maka kami lakukan kegiatan evakuasi dengan pembiusan, kemudian kami evakuasi ke tempat penyelamatan yang ada di Batang Dolphin Center,” ungkapnya. 

Usai berhasil diamankan, macan kumbang tersebut kemudian dibawa ke Batang Dolphin Center untuk mendapatkan penanganan dan observasi lebih lanjut.

Dokter hewan Batang Dolphin Center, drh Danny Bagus Setyobowo, mengatakan, kondisi macan kumbang saat ini masih dalam tahap observasi. 

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya luka pada bagian kaki sebelah kanan.

“Luka di kaki sebelah kanan. Luka tersebut bukan luka baru, jadi mungkin sudah beberapa hari,” kata Danny. 

Menurutnya, kondisi luka tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan satwa tersebut keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman warga.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara lebih jauh kondisi kesehatan macan kumbang tersebut karena masih membutuhkan pemeriksaan dan observasi agar satwa tidak mengalami stres.

“Jadi saat ini belum bisa banyak hal yang bisa kami sampaikan terkait kondisi karena masih kami observasi supaya dia tidak stres,” jelasnya.

Petugas kini masih melakukan observasi terhadap kondisi macan kumbang tersebut untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum menentukan tindakan berikutnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.