Pangdam V Brawijaya Tutup TMMD ke-129 di Desa Tlemang Lamongan
Titis Jati Permata August 13, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Pembangunan fisik boleh rampung, tetapi semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat diminta tetap berjalan. 

Pesan itu mengemuka dalam penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur,  Kamis (13/8/2026).

Penutupan program yang berlangsung selama 30 hari tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan TMMD di lima wilayah jajaran Kodam V Brawijaya. 

Namun, hasil pembangunan yang telah dikerjakan justru diharapkan menjadi awal bagi masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Bukan Sekadar Membangun Fasilitas

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan, TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Hal itu disampaikan dalam amanat yang dibacakan Inspektur Upacara, Pamen Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam V Brawijaya Kolonel Arm Beny Hendra S.

Menurutnya, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang mempertemukan TNI, pemerintah daerah, kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, serta berbagai komponen masyarakat.

Baca juga: TMMD Lamongan Dinilai Sukses, Banyak Desa Berebut Jadi Lokasi Program Pembangunan

"TMMD merupakan bagian dari pembinaan teritorial untuk memberdayakan pertahanan wilayah di darat sekaligus membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rudy dalam amanatnya.

Program yang telah berjalan sejak 1980 itu menjadi salah satu bentuk keterlibatan TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan mengatasi persoalan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Masyarakat Dilibatkan Sejak Perencanaan

Pelaksanaan TMMD juga tidak hanya berorientasi pada pembangunan yang dikerjakan oleh personel TNI. Masyarakat dilibatkan sejak proses perencanaan hingga penentuan sasaran kegiatan.

Koordinasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pemerintah daerah. 

Dengan pola tersebut, sasaran pembangunan diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

TMMD dilaksanakan empat kali dalam setahun secara periodik, dengan durasi masing-masing kegiatan selama 30 hari. 

Sasaran utamanya diarahkan ke wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pembangunan, termasuk daerah tertinggal, miskin, terpencil, terisolasi, perbatasan, kawasan kumuh hingga wilayah terdampak bencana.

"TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026," kata Rudy.

Lima Wilayah Kodim Jadi Sasaran

Pada TMMD ke-129, kegiatan dilaksanakan di lima wilayah Kodim di jajaran Kodam V Brawijaya.

Kelima wilayah tersebut meliputi Kodim 0802/Ponorogo, Kodim 0812/Lamongan, Kodim 0813/Bojonegoro, Kodim 0821/Lumajang, dan Kodim 0828/Sampang.

Selain sasaran pembangunan utama, TMMD kali ini juga diperkuat sejumlah program unggulan TNI AD yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Program tersebut antara lain pengembangan ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare, penyediaan Manunggal Air Bersih di lima titik, rehabilitasi 10 rumah tidak layak huni, pembangunan 10 unit MCK, serta pemberian 100 paket makanan tambahan untuk penderita stunting.

Kegiatan juga dilengkapi program Bersatu dengan Alam, antara lain melalui penanaman pohon serta pembersihan lingkungan dan fasilitas umum.

TNI Minta Hasil Pembangunan Dirawat

Rudy mengatakan berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran TNI bersama pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan di daerah.

"Program ini merupakan wujud nyata sinergi TNI dan pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mendukung pembangunan daerah," katanya.

Karena itu, masyarakat tidak hanya diharapkan menikmati hasil pembangunan, tetapi juga ikut menjaga dan merawatnya.

Keberlanjutan menjadi salah satu pesan penting dalam penutupan TMMD ke-129. Infrastruktur dan fasilitas yang telah dibangun selama program berlangsung harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar manfaatnya tidak berhenti ketika Satgas TMMD meninggalkan lokasi.

Tiga Pesan Pangdam

Dalam amanatnya, Pangdam V Brawijaya juga menitipkan tiga pesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam TMMD.

Pertama, mempertahankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kedua, merawat seluruh hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Ketiga, memberikan penghargaan kepada para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD atas dedikasi dan kerja keras selama pelaksanaan program.

"Pertahankan semangat kebersamaan, gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Terus hadir membantu menyelesaikan berbagai persoalan dan kesulitan masyarakat," pesannya.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan TMMD ke-129.

"Terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung TMMD ke-129 sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses, aman dan lancar," tuturnya.

TMMD Berakhir, Gotong Royong Harus Berlanjut

Berakhirnya TMMD ke-129 diharapkan tidak menjadi akhir dari kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

Keberhasilan program tersebut diharapkan menjadi tolok ukur untuk pelaksanaan TMMD berikutnya sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun wilayah.

Dengan demikian, penutupan TMMD bukan sekadar seremoni berakhirnya program selama 30 hari.

Lebih jauh, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat menjaga hasilnya dan mempertahankan semangat gotong royong setelah program selesai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.