TRIBUNGORONTALO.COM – Sandi Bilondatu (24), mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dilaporkan tertimbun longsor di lokasi pertambangan.
Ia merupakan salah satu dari lima penambang di kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Kamis (13/8/2026).
Ketua Jurusan Sejarah UNG, Tonny Iskandar Mondong, mengenang sosok Sandi sebagai mahasiswa yang aktif, pintar, dan berpotensi tinggi selama mengenyam pendidikan di kampus.
"Kami sangat sedih dan turut berduka cita. Sebetulnya dia sangat potensial, berani, dan orangnya bagus. Pintar, bisa bicara. Cuma mungkin ada kendala tertentu di luar saja sehingga memilih jalan lain di luar kehendak kita," ujar Tonny saat diwawancarai TribunGorontalo.com via panggilan WhatsApp, Kamis (13/8/2026).
Tonny menjelaskan, Sandi dikenal sangat humble dan memiliki pergaulan yang luas di lingkungan kampus. Bahkan, Sandi sempat dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah.
Namun, sejak semester ganjil tahun 2025, Sandi mulai menarik diri dari aktivitas akademik maupun kemahasiswaan tanpa mengajukan permohonan cuti resmi.
"Statusnya secara administrasi masih mahasiswa aktif karena belum wisuda, tetapi sekitar dua tahun terakhir sudah tidak aktif dan tidak pernah hadir di kampus. Karena tidak aktif tersebut, bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar) milik yang bersangkutan otomatis dicabut," bebernya.
Sandi merupakan mahasiswa Sejarah angkatan 2021. Ketua jurusan Sejarah menduga ada faktor mendesak yang membuat Sandi memutuskan untuk bekerja di area pertambangan.
"Entah ada masalah apa lalu dia menarik diri dari kampus. Mungkin dia butuh biaya atau ada kebutuhan lain sampai akhirnya masuk tambang, hingga kemudian kami mendapat informasi musibah ini," kata Tonny.
Informasi mengenai musibah yang dialami Sandi telah didengar langsung oleh Tonny dari rekan-rekan pengurus HMJ Sejarah dan teman-teman seangkatannya sejak Kamis pagi.
"Dari HMJ dan teman-temannya sudah memberi informasi ke saya sekitar jam 09.00 Wita," pungkasnya.
Berikut identitas lima korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor tersebut:
1. Sandi Bilondatu
Umur: 24 tahun
Alamat: Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo
Pekerjaan: Mahasiswa
2. Andi Otoluwa
Alamat: Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo
Pekerjaan: TNI aktif, Disersi
Umur: Belum diketahui
3. Miman Ibura
Umur: 23 tahun
Alamat: Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo
Pekerjaan: Penambang
Pekerjaan saksi: IRT
Baca juga: Direktur RS Pohuwato Konfirmasi 5 Korban Longsor Tambang Marisa Gorontalo Meninggal Dunia
4.Fikram Larange
Umur: Belum diketahui
Alamat: Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo
Pekerjaan: Penambang
5.Pandra Galilu
Umur: 28 tahun
Alamat: Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo
Pekerjaan: Wiraswasta
Kelima korban sempat dievakuasi ke RSUD Bumi Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Pohuwato, dr Dian Ikagustina Tambunan, mengatakan korban telah dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 Wita dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Lima korban sudah dalam kondisi meninggal saat dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 subuh,” kata Dian.
Setelah penanganan di rumah sakit selesai, kelima jenazah dipulangkan ke alamat masing-masing di wilayah Mananggu, Kabupaten Boalemo, dan tiba sekitar pukul 07.00 Wita.
“Jam 7 sudah clear semua, Pak. Korban sudah diantarkan ke rumah masing-masing,” ujarnya.