Bupati Kediri Mas Dhito Mampir Warung Sederhana di Pagu, Cicipi Derkuku dan Ayam Kampung
faridmukarrom August 13, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Sebuah warung sederhana di Dusun Kandangan, Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak mendapat perhatian setelah didatangi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Warung yang berada di sisi timur Pasar Pagu tersebut merupakan milik Wiji Astuti atau akrab disapa Mak Wiji. Lokasinya berada di sebuah gang yang berdampingan langsung dengan area persawahan.

Selama sekitar 12 tahun, Mak Wiji menjalankan warung tersebut dengan konsep sederhana. Berbagai menu rumahan dimasaknya sendiri setiap hari untuk melayani pelanggan.

Kunjungan Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito itu berlangsung pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Siswi Kelas 5 di Trenggalek Dirawat Usai Santap MBG, Diare 10 Kali dan Muntah 7 Kali

Mas Dhito datang bersama rombongan menggunakan sekitar empat mobil.

Bagi Mak Wiji, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu menjadi pengalaman yang tidak pernah disangka sebelumnya.

Sebab, warung kecil yang selama ini dikelolanya biasanya hanya melayani pelanggan yang datang untuk menikmati makanan rumahan.

Mas Dhito Cicipi Derkuku dan Ayam Kampung

Saat rombongan Bupati Kediri datang, kondisi warung Mak Wiji justru sedang sepi.

Mak Wiji kemudian menyajikan makanan yang memang menjadi menu sehari-hari di warungnya, yakni derkuku dan ayam kampung.

"Pas orang banyak ada empat mobil. Saya kasih menu derkuku sama ayam kampung mbak," ucap Mak Wiji, Rabu (12/8/2026).

Tidak ada hidangan khusus yang sengaja disiapkan untuk menyambut kedatangan Bupati Kediri.

Semua makanan yang disajikan merupakan menu yang memang tersedia di warung tersebut.

Selain derkuku dan ayam kampung, warung Mak Wiji juga menyediakan tahu, tempe, sayur asem serta sambal bawang.

Dari sejumlah menu tersebut, derkuku menjadi salah satu menu andalan warung Mak Wiji.

Sambal bawang yang menjadi pelengkap makanan juga mendapat perhatian dari Mas Dhito.

Menurut Mak Wiji, Bupati Kediri sempat memberikan komentar mengenai rasa sambal buatannya.

"Beliau bilang sambelnya enak," cerita wanita berusia 68 tahun tersebut.

Pujian tersebut membuat Mak Wiji merasa senang. Terlebih, kali ini yang memberikan komentar adalah Bupati Kediri yang mampir dan menikmati makanan di warung miliknya.

Bupati Kediri Disebut Ingin Kembali ke Warung Mak Wiji
Tidak hanya memuji sambalnya, Mas Dhito juga disebut menyampaikan keinginannya untuk kembali datang ke warung tersebut.

Menurut Mak Wiji, Bupati Kediri berencana kembali mampir bersama istrinya.

"Katanya mau ke sini lagi. Kapan lagi rasanya mau datang ke sini, sama istrinya," tuturnya.

Mak Wiji mengaku tidak sempat menanyakan bagaimana Mas Dhito mengetahui keberadaan warungnya.

Ketika rombongan datang, ia lebih sibuk melayani dan menyiapkan makanan.

"Tidak sempat tanya, Mbak. Saya ya ngowel. Wong wis tuwek (sudah tua)," terangnya sembari bercanda.

Warung Buka Sejak Pagi, Harga Menu Rp15 Ribu-Rp25 Ribu
Selama menjalankan usaha tersebut, Mak Wiji masih memasak sendiri seluruh makanan yang dijual.

Konsep warungnya sederhana, yakni menyediakan makanan rumahan atau home made.

Aktivitas Mak Wiji sudah dimulai sejak pagi. Sekitar pukul 06.00 WIB, ia mulai memasak dan menyiapkan berbagai bahan makanan.

Setelah semua siap, warung mulai buka sekitar pukul 09.00 WIB dan melayani pelanggan hingga pukul 17.00 WIB.

Harga makanan yang dijual juga relatif terjangkau. Mak Wiji menyebut harga menu di warungnya berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung makanan yang dipesan.

Untuk stok bahan daging, jumlahnya tidak selalu sama setiap hari.

Terkadang ia menyiapkan sekitar 15 ekor, sementara pada hari tertentu jumlahnya bisa mencapai 20 ekor.

"Kadang 20, kadang 15, kadang ya nggak blas," katanya.

Mak Wiji juga tidak bisa memastikan jumlah makanan yang selalu habis setiap hari.

Sebab, jumlah pelanggan yang datang tidak selalu sama sehingga stok makanan disesuaikan dengan kondisi.

Warung Mak Wiji Pernah Didatangi Berbagai Kalangan
Meski berada di lokasi sederhana, warung Mak Wiji ternyata telah didatangi berbagai kalangan.

Mak Wiji menyebut sejumlah pegawai maupun instansi pernah mampir untuk menikmati makanan di warungnya.

Di antaranya dari kecamatan, BRI Kabupaten, Polres Pare, Polres Kota hingga Polsek di wilayah sekitar.

Namun, Mak Wiji mengaku tidak terlalu memperhatikan siapa saja yang datang.

Baginya, setiap orang yang mampir merupakan pelanggan yang hendak menikmati makanan.

"Banyak, cuma nggak tak eteni (tidak saya perhatikan)," bebernya.

Mak Wiji juga tidak mengetahui secara pasti bagaimana warungnya bisa dikenal banyak orang.

Menurutnya, ada pelanggan yang menyebut tempat tersebut sebagai 'Warung Bu Cipto'.

"Ya tiba-tiba banyak ke sini. Orang-orang bilang, ‘Ndelok warunge Bu Cipto.’ Saya juga nggak tahu," ucapnya.

Mak Wiji Bersyukur Warungnya Didatangi Bupati Kediri
Kedatangan Mas Dhito tidak membuat Mak Wiji melakukan persiapan berlebihan.

Ia hanya menyajikan makanan sebagaimana biasanya kepada pelanggan.

Tidak ada jamuan khusus maupun menu istimewa yang sengaja dibuat untuk Bupati Kediri.

Hidangan yang tersaji merupakan makanan rumahan yang sehari-hari dijual di warung tersebut.

Bagi Mak Wiji, hal itu justru membuat kunjungan tersebut terasa berkesan.

Warung kecil di Desa Kandangan, Kecamatan Pagu, mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Bupati Kediri.

Ia pun mengaku senang sekaligus bersyukur.

"Saya ya senang. Warung kecil begini kok didatangi Bupati. Saya turut berterima kasih sudah mampir ke sini. Meskipun jamuannya seadanya, alhamdulillah beliau berkenan makan di sini. Terima kasih Mas Dhito sudah mampir ke warung saya," ungkapnya.

Mak Wiji berharap kunjungan tersebut menjadi kenangan baik sekaligus memberikan semangat untuk terus mempertahankan usaha yang telah dijalankannya selama belasan tahun.

"Saya turut berterimakasih kepada Mas Dhito sudah mau mampir ke warung sederhana saya ini," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana juga memberikan komentarnya setelah mencicipi menu di warung Mak Wiji.

Mas Dhito menyebut sambal bawang buatan Mak Wiji terasa mantap.

Ia juga mengaku akan kembali mampir apabila melintas di kawasan Pagu.

"Nyicipi derkuku dan ayam, sambele uenak, nanti kalau saya lewat ke sini tak mampir lagi, ini adalah salah satu warung sing ga bakal boseni, meski diompar ampiri," ucapnya.
 
 (Tribunmataraman.com/isya anshori) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.