Siswi Kelas 5 di Trenggalek Dirawat Usai Santap MBG, Diare 10 Kali dan Muntah 7 Kali
faridmukarrom August 13, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Sejumlah anak sekolah di Kabupaten Trenggalek mengalami mual dan diare setelah menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu siswa yang harus mendapatkan perawatan medis yakni SA (11), siswi kelas 5 SD di Kabupaten Trenggalek.

SA bahkan harus menjalani rawat inap di RSUD dr Soedomo Trenggalek setelah mengalami diare hingga 10 kali dan muntah sebanyak tujuh kali.

Kondisi tersebut membuat SA mengalami lemas dan dehidrasi sehingga pihak keluarga membawanya ke rumah sakit.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Riza Maulina, membenarkan terdapat seorang anak yang saat ini mendapatkan perawatan setelah menyantap MBG di sekolah.

Baca juga: Pemkab Kediri Gandeng UGM, Mas Dhito Dorong Teknologi Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Pertanian

Ia mengatakan, anak tersebut mengalami muntah dan diare dalam jumlah cukup banyak.

Diare yang dialami bahkan lebih dari 10 kali, sedangkan muntah terjadi lebih dari tujuh kali.

"Anaknya lemas, badannya panas. Jadi, kami infus untuk rehidrasi," ujar dr Riza Maulina kepada awak media, Kamis (13/8/2026).

dr Riza mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat peradangan pada dinding lambung dan usus halus yang terjadi secara mendadak.

Kondisi tersebut disertai dengan dehidrasi.

"Hasil pemeriksaan ya, Gastro enteritis akut, sudah terhidrasi. Infusnya kan lancar, jadi anaknya enggak lemas lagi. Suhunya juga turun," akuinya.
Menurut dr Riza, pihak keluarga sebelumnya melaporkan kondisi anak saat berada di rumah.

Muntah dan diare yang dialami tidak kunjung berhenti. Di sisi lain, makanan yang masuk melalui mulut juga sulit.

Kondisi tersebut membuat SA akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan infus.

"Kan kondisinya Lemas. Karena antara yang keluar dengan yang masuk tidak sebanding. Banyak sekali yang dikeluarkan lewat muntah sama diarenya," bebernya.

Dokter lulusan Universitas Airlangga (Unair) tersebut mengatakan kondisi SA saat ini sudah membaik.

Keluhan muntah dan diare sudah tidak muncul. Namun, siswi tersebut masih merasakan mual dan nyeri pada bagian ulu hati.

Suhu tubuhnya juga telah mengalami penurunan.

"Alhamdulillah, kondisi terkini aman, ya. Tadi waktu visite juga sudah tidak pusing lagi, tidak muntah. Yang dirasakan masih mual, nyeri ulu hati masih ada," jelasnya.

Terkait penyebab pasti kondisi tersebut, pihak rumah sakit sejauh ini belum menemukan bakteri tertentu.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sel darah putih atau leukosit mengalami sedikit peningkatan.

"Leukosit agak meningkat tetapi untuk bakterinya ya belum diketahui," akuinya.

dr Riza mengatakan, berdasarkan informasi dari orang tua, SA memang menyantap seluruh makanan MBG yang diberikan di sekolah.

SA disebut tidak sarapan dari rumah sehingga makanan MBG yang diterimanya langsung disantap hingga habis.

Menu yang dikonsumsi SA saat itu berupa lauk sate ayam.

Menurut keterangan orang tua kepada dokter, terdapat dugaan makanan tersebut sudah mengalami perubahan rasa dan bau.

"Kalau yang disampaikan orang tua karena anaknya sendiri sudah SD kelas 5, bisa diajak komunikasi. Katanya dia makan habiskan seluruh menu MBG-nya. Jadi, satu porsi itu habis, lauknya sate ayam," tutupnya.

Ratusan Siswa Dilaporkan Alami Mual dan Diare

Sebagai informasi, ratusan anak SMPN 1 Trenggalek dan sejumlah sekolah lain setingkat SD dilaporkan mengalami mual dan diare.

Waktu munculnya keluhan berbeda-beda pada masing-masing siswa.

Ada yang merasakan gejala beberapa jam setelah menyantap makanan, sementara sebagian lainnya baru mengalami keluhan hingga dini hari.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek tengah melakukan rapat koordinasi bersama berbagai pihak.

Langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kejadian sekaligus mencegah agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
 
 (Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.