BANJARMASINPOST.COID, BANJARBARU – Jangan menunggu terlalu lama ketika gejala stroke muncul. Pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki layanan stroke, karena waktu kedatangan dapat menentukan pilihan terapi yang bisa diberikan.
Dokter Spesialis Neurointervensi RSUD Ulin Banjarmasin, M Welly Dafif mengatakan, pasien stroke idealnya sudah mendapatkan keputusan medis dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala muncul.
“Stroke itu darurat, harus sudah dapat keputusan kurang dari 4,5 jam biasanya standarnya,” kata Welly saat memberikan edukasi di stan RSUD Ulin pada Kalsel Expo, Kamis (13/8/2026).
Menurut Welly, pada stroke akibat sumbatan pembuluh darah, pasien yang memenuhi kriteria dapat diberikan obat untuk menghancurkan sumbatan. Bila sumbatan tidak dapat ditangani dengan obat, tersedia tindakan trombektomi untuk mengambil gumpalan darah dari pembuluh otak.
Baca juga: Pemprov Kalsel Bujuk Pemilik Kendaraan Pelat Luar Mutasi, PKB Dapat Diskon 50 Persen Dua Tahun
Baca juga: Gandeng Yayasan Indonesia Setara, YABN Dorong Produk Lokal Kalsel Tembus Pasar Nasional
Trombektomi dilakukan dengan memasukkan alat melalui pembuluh darah dari pangkal paha hingga mencapai lokasi sumbatan. Gumpalan kemudian diambil agar aliran darah ke otak kembali lancar.
Untuk tindakan neurointervensi dalam kondisi darurat, Welly menyebut penanganan paling baik dilakukan di bawah delapan jam. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan masih dapat dilakukan hingga sekitar 24 jam.
“Emergensi biasanya kita batasi sampai maksimal 24 jam, tapi paling bagus itu di bawah 8 jam,” ujarnya.
Tidak semua tindakan neurointervensi dilakukan dalam kondisi darurat. Setelah pasien stabil, sejumlah kelainan pembuluh darah dapat ditangani secara elektif atau terjadwal.
Salah satunya penyempitan pembuluh darah atau stenosis yang dapat dibuka. Kelainan pembuluh darah seperti arteriovenous malformation (AVM) juga dapat ditangani setelah kondisi pasien berada pada keadaan optimal.
Sementara pada stroke perdarahan, salah satu kondisi yang dapat ditangani adalah perdarahan subarachnoid akibat aneurisma. Tindakan dilakukan untuk menutup pembuluh darah yang melebar agar tidak kembali pecah.
RSUD Ulin memperkenalkan layanan tersebut melalui stan bertema teknologi modern stroke komprehensif di Kalsel Expo 2026.
Di stan tersebut, pengunjung dapat memperoleh penjelasan mengenai berbagai tindakan neurointervensi, termasuk melihat simulasi prosedur melalui perangkat yang disiapkan.
Kehadiran layanan stroke menjadi bagian dari upaya RSUD Ulin mengedukasi masyarakat setelah rumah sakit tersebut memperoleh Diamond Award dari World Stroke Organization.
Welly menyebut Diamond merupakan tingkatan tertinggi dalam penghargaan standar layanan stroke tersebut, setelah Gold dan Platinum.
Selain edukasi layanan, RSUD Ulin juga menyediakan skrining risiko stroke bagi pengunjung expo. Pemeriksaan tersebut membantu masyarakat mengetahui tingkat risiko stroke sekaligus faktor yang perlu dikendalikan.
Welly menyebut tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol, dan diabetes sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko stroke.
Namun, ketika gejala stroke sudah muncul, ia mengingatkan masyarakat tidak membuang waktu mencari pengobatan ke berbagai tempat.
“Kalau kena stroke, segera ke rumah sakit. Jangan muter-muter dulu ke rumah sakit yang siap stroke,” tegasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)