Sempat Anjlok, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Kembali Naik Rp 83.000 per Kg
Budi Fatria August 13, 2026 03:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE – Sempat mengalami penurunan harga pada hari sebelumnya dari Rp86.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, harga kakao kering di tingkat petani Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Kamis (13/8/2026), kembali merangkak naik.

Pantauan wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi, harga komoditas tersebut kembali berada di level Rp83.000 per kilogram. 

Kenaikan ini disambut positif oleh para petani di tengah fluktuasi pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sabri alias Win, salah seorang tauke kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, mengonfirmasi adanya kenaikan harga di tingkat pengepul lokal.

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Anjlok Menjadi Rp 80.000 per Kilogram

"Hari ini ada kenaikan harga kakao kering di tingkat petani dari Rp80 ribu per kilogram menjadi Rp83 ribu per kilogram," ujar Sabri kepada TribunGayo.com, Kamis (13/8/2026).

Rincian Harga Kakao di Aceh Tenggara

Berdasarkan data di tingkat pedagang pengumpul (tauke) dan petani setempat, berikut rincian harga kakao kering berdasarkan kadar air:

  • Kakao Kering (Kadar Air 10 Persen): Rp 83.000 per kilogram
  • Kakao Sangat Kering (Kadar Air 9 Persen): Rp 84.000 per kilogram
  • Besaran Kenaikan: Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram dari harga terendah sebelumnya (Rp 80.000 per kilogram)

Harapan Petani

Kenaikan harga ini membawa angin segar bagi para petani kakao di Aceh Tenggara.

Khairul Al Bahri, salah seorang petani setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kenaikan harga yang terjadi hari ini.

"Alhamdulillah, semoga harga kakao terus melonjak agar petani semakin sejahtera," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah petani lainnya, seperti Bukhari Budiman dan Hanif, yang beraktivitas di Kecamatan Lawe Sigala-gala serta Babul Makmur.

Mereka berharap kestabilan dan tren kenaikan harga ini dapat terus berlanjut untuk menunjang perekonomian keluarga petani di wilayah Tanoh Alas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.