TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masih ingat Adnan bocah asal Brebes yang rela naik sepeda 200 km ke Subang demi bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?
Sempat viral di tahun 2025, Adnan kembali membuat publik heboh.
Pasalnya, Adnan lagi-lagi melakukan hal yang sama yakni ngotot ingin bertemu Dedi Mulyadi.
Berbeda dengan tahun lalu, kali ini Dedi Mulyadi bersedia menemui Adnan.
Namun saat berbincang dengan Adnan, gubernur yang karib disapa KDM itu dibuat curiga.
Dedi heran kenapa Adnan kembali minta bantuannya padahal sudah jadi anak asuh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
Diwartakan sebelumnya, Adnan sempat viral karena nekat gowes sepeda dari Brebes ke Subang demi menemui Dedi Mulyadi.
Bocah asal Dukuh Kampung Baru, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah itu pun mengurai keinginannya bertemu KDM.
"Assalamualaikum Pak Dedi, nama saya Adnan dari Kabupaten Brebes, Kecamatan Bumiayu, Desa Kalialang. Saya ke sini naik sepeda, saya ingin ketemu Pak Dedi. Saya dari Brebes. Bila beliau berkenan saya ingin bertemu," ungkap Adnan dalam video viral yang beredar pada 8 Juni 2025.
Setelah viral sosok Adnan, Bupati Paramitha tak tinggal diam.
Paramitha langsung menjemput Adnan di pos pengamanan polisi di Subang lalu membawanya kembali ke Brebes.
Tak hanya itu, Paramitha bahkan mengangkat Adnan menjadi anak asuhnya.
"Adnan sudah saya jemput. Sekolah dan kehidupan sehari-hari semuanya saya yang nanggung," ujar Paramitha kala itu.
Setahun lebih berlalu, Adnan kembali dengan tekadnya yakni bertemu Dedi Mulyadi.
Akhirnya berkesempatan mengobrol dengan KDM, Adnan pun mengurai curhatan.
Adnan menceritakan perjalanannya selama satu tahun setelah viral.
Ternyata Adnan sempat dititipkan ke Sentra Antasena Magelang, tempat rehabilitasi anak-anak berkasus.
Sebelumnya, Adnan tinggal di pendopo rumah dinas Paramitha.
Lalu selama enam bulan Adnan tinggal di tempat rehabilitasi.
Setelahnya, Adnan pun dijemput Dinas Sosial lalu diantar ke Bumiayu untuk tinggal bersama kakek neneknya.
Ogah tinggal bareng kakek nenek, Adnan akhirnya kabur.
"Akunya kan udah terlanjur betah di Brebes di tempat Bupati. Akunya enggak mau ke situ soalnya dari kecil enggak sama kakek nenek," ungkap Adnan.
"Udah aja tinggal sama kakek neneknya," kata Dedi Mulyadi.
"Dari kecil enggak akur sama kakek nenek yang asli ya. Kan dari dulu dibuang sama ibu," akui Adnan.
Bukan tanpa alasan Adnan tak mau tinggal bersama kakek neneknya.
Adnan mengaku sempat diancam bakal dibunuh.
Mendengar cerita Adnan, Dedi Mulyadi tak lantas percaya.
"Enggak betah di situ karena dibully. Akhirnya pulang dan dijemput kakek nenek. Pas itu kan pulangnya pakai kereta dari Semarang ke Bumiayu, enggak tahunya di situ ada kakek nenek. Akunya enggak mau. Akunya pas lagi lari, bilangnya (kakek nenek) mau ngebunuh," pungkas Adnan.
"Masa? soalnya kita udah pengalaman nih nanganin yang anak-anak yang kayak gini. Kadang enggak bisa, bukan kamu ya, kadang kabur. Aku pengalaman nanganin yang begini," imbuh Dedi Mulyadi.
Enggan mempercayai curhatan Adnan sepenuhnya, Dedi bertanya soal tujuan remaja 17 tahun itu ke rumahnya.
Adnan mengaku ingin minta bantuan Dedi agar dirinya sekolah di sekolah rakyat.
"Sekarang tujuannya ke sini mau apa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Mau ketemu bapak aja," jawab Adnan.
"Terus setelah ketemu saya mau apa?" tanya Dedi lagi.
"Minta bantuan. Ya kalau boleh disekolahin cuma di sekolah rakyat," ungkap Adnan.
"Kamunya kabur enggak?" tanya Dedi ragu.
"Enggak, soalnya butuh sekolah," jawab Adnan.
Baca juga: Viral Atlet Ngadu ke Dedi Mulyadi Bonus Belum Cair hingga Diduga Dikorupsi, Bikin Bupati Ketar-ketir
Kilas balik kehidupan Adnan, Dedi pun tampak mencurigai masa lalunya.
Terlebih Dedi yang merupakan yatim piatu mengaku sempat tinggal terlunta-lunta di jalanan.
"Kamu enggak pernah ada kasus apa-apa ketika dikirim ke pusat pembinaan anak?" tanya Dedi.
"Enggak pernah," jawab Adnan.
"Kamu pengin sekolah rakyat? benar? itu sekolah bagus loh," tanya Dedi menegaskan.
"Kamu pinter, untuk ukuran anak seusia kamu, pantas udah 17 tahun. Sekarang udah dewasa bukan anak-anak lagi. Kamu kelihatan badan boleh kecil tapi intelektual kamu udah cukup," sambungnya.
Ogah terburu-buru kasih bantuan, Dedi mengaku akan mengkroscek informasi dari Adnan ke Bupati Brebes.
"Nanti saya mau tanya bu Bupatinya ya, masalahnya apa. Saya nanya dulu, saya kan enggak boleh punya persepsi negatif sama siapapun," ungkap Dedi.
"Saya tidak bisa memutuskan apapun dulu, saya kan nanya ibu Bupati Brebes, masalahnya apa sehingga kamu dititipin di Dinas Sosial, dititipi di tempat anak-anak bermasalah," sambungnya.