Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Siapa yang tak kenal dengan Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional yang terkenal akan keberaniannya melawan penjajah.
Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta pada 11 November 1785 dan wafat pada 8 Januari 1855 di Makassar.
Rupanya, Pangeran Diponegoro memiliki keturunan yang kini menetap di wilayah Kabupaten Bogor.
Sosok keturunannya yaitu Raden Mohamad Aliyudin Diponegoro yang memegang trah ke-10 Pangeran Diponegoro.
Pria berusia 58 tahun itu lahir di Tangerang dan tinggal di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor sejak tahun 2003.
Sejak kecil hingga dewasa, ia belum memegang trah sebagai pewaris dari sosok yang sangat dicari oleh Belanda kala itu.
Ia menyebut bahwa sang ayah hanya memberikan amanat untuk mencari keluarganya yang berasal dari Jawa.
"Sebelum meninggal tahun 2005, bapak saya bilang keluarga kamu ada yg dari Jawa, saya juga bingung, pas 2006 bapak saya meninggal, saya bingung kemana ini saya nyari, karena diputus semua," ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Namun, seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa kebenaran akan menemukan jalannya, begitupun dengan perjalanannya dalam menemukan keluarga besarnya.
Melalui berbagai macam cara dan serangkain proses yang telah dilalui, Raden Mohamad Aliyudin Diponegoro menemukan jalannya untuk menjadi bagian dari keluarga besar Diponegoro.
Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut baru didapatkannya pada tahun 2017 setelah melakukan penelusuran di media sosial.
"Awalnya saya ikut gabung dengan keturunan Diponegoro yang dari keluarga besar Ambon, Makassar yang di Jakarta. 2017 saya sempet ikut hari pahlawan pawai di Jakarta," ungkapnya.
Tak berhenti sampai di situ, Raden Mohamad Aliyudin Diponegoro terus melakukan penelusuran terhadap keluarga Diponegoro lainnya terutama yang ada di wilayah Bogor.
Penelusuran yang dilakukan di tahun 2018-2019 itupun membuahkan hasil, ia bertemu dengan keturunan Diponegoro yang menetap di kawasan Pasir Kuda, Kota Bogor.
Di kawasan tersebut juga terdapat makam cucu Pangran Diponegoro dari garis keturunan Mbah Djonet yakni Pangeran Raden Harjo Dipomenggolo (Abah Kulon) dan Pangeran Abdul Manar Dipomenggolo (Abah Wetan).
Tak begitu jauh dari situ, tepatnya di wilayah Kelurahan Cikaret, Kota Bogor terdapat makam putra kelima Pangeran Diponegoro yaitu Pangeran Raden Mas Djonet atau dikenal dengan Mbah Djonet.
"Begitu 2019 saya ketemu dengan keluarga di Pasir Kuda, beliau yang punya catatan panjang silsilahnya, di situ tertera nama kakek saya sama adik-adiknya keturunan dari eyang Djonet," katanya.
Dengan garis keturunan yang jelas dan tercatat, Raden Mohamad Aliyudin Diponegoro sah menjadi pemegah trah Pangeran Diponegoro ke-10.
"Saya juga gak mau ngaku-ngaku, dosa, tapi kalau ada catatan yaudah saya beranikan diri makanya saya tampil kemana-mana, ikut aktivitas dimana-mana," tambahnya.
Menurutnya, menjadi pemegang garis keturunan Pangeran Diponegoro memiliki tanggungjawab yang besar di pundaknya.
Sebagai keturunan sosok yang dibanggakan di republik ini, Raden Mohamad Aliyudin Diponegoro harus menjaga nama baik keluarga besarnya.
"Dibilang berat ya berat, tapi kita harus ikhlas jalani, jadi kita gak bisa ngambil kekayaan harta, kekayaan jiwa yang kita ambil," katanya.