Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla menilai banyaknya nama yang muncul dalam bursa calon ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35 merupakan tanda kuatnya kegairahan para tokoh NU untuk membesarkan organisasi.

“Ini muktamar yang termasuk seru karena banyak kandidatnya. Jadi dibanding dengan Muktamar ke-34 di Lampung, Muktamar ke-35 di Tambakberas ini ramai kandidat,” ujar Ulil di Jakarta, Kamis.

Ulil menyebut terdapat sekitar enam hingga tujuh kandidat yang digadang-gadang bakal masuk dalam bursa calon ketua umum PBNU. Menurut dia, kondisi tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi para muktamirin dalam menentukan pemimpin organisasi.

Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal turut berkontestasi meliputi Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Kemudian, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

“Selain Gus Yahya, ada juga para kandidat-kandidat lain. Saya hitung ada sekitar enam kandidat seluruhnya, atau tujuh. Luar biasa,” ujarnya.

Namun, Ulil menekankan bahwa banyaknya kandidat tidak semata-mata menunjukkan persaingan dalam perebutan posisi ketua umum. Lebih dari itu, ia melihat fenomena tersebut sebagai bentuk antusiasme para tokoh NU untuk mengambil bagian dalam pengembangan organisasi.

“Bagi saya itu menandakan kegairahan tokoh-tokoh NU untuk membesarkan organisasi,” katanya.

Ia menambahkan dinamika Muktamar ke-35 NU masih memungkinkan munculnya sejumlah kejutan. Bahkan, menurut Ulil, kejutan-kejutan tersebut sudah mulai terlihat dalam proses menuju muktamar.

“Insya Allah banyak kejutan ya, dan sekarang pun sudah banyak kejutan,” ujar Ulil.