Jakarta (ANTARA) - Ombudsman RI (ORI) berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mempersiapkan dan saling bekerja sama dalam menghadapi Opini Ombudsman RI: Penilaian Malaadministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026.

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menyatakan ORI memiliki mandat untuk mengawasi pelayanan publik sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 37 tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

"Kedua undang-undang tersebut memberikan amanat pada Ombudsman untuk melaksanakan Penilaian Malaadministrasi Pelayanan Publik," ucap Fikri dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Fikri menyebut tantangan pelayanan publik saat ini sudah berbeda dari beberapa tahun lalu, di mana media sosial yang semakin masif membuat keluhan masyarakat mengenai pelayanan publik lebih cepat terdengar.

Dengan demikian, kata dia, aparatur pemerintah DKI Jakarta harus memiliki respons cepat atas keluhan masyarakat tersebut.

Guna menjelaskan berbagai ukuran apa saja yang dijadikan Penilaian Ombudsman, ORI telah menggelar pertemuan pendahuluan alias entry meeting penilaian malaadministrasi penyelenggaraan pelayanan publik DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (7/8).

Melalui kegiatan pertemuan pendahuluan, Penilaian Ombudsman diharapkan benar-benar dilakukan secara terbuka dan transparan karena pihak penyelenggara layanan maupun masyarakat dapat mengetahui berbagai indikator pelayanan Ombudsman RI.

Dalam acara pertemuan pendahuluan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan setiap OPD harus saling mendukung demi terselenggaranya pelayanan publik yang baik.

Menurut dia, penilaian malaadministrasi pelayanan publik yang diselenggarakan Ombudsman RI selalu dijadikan motivasi bagi pihaknya untuk senantiasa meningkatkan pelayanan.

Pramono pun menyampaikan terima kasih atas pendampingan dari Ombudsman RI selama ini sehingga DKI Jakarta berhasil mendapatkan nilai yang baik.

"Mudah-mudahan apa yang kami usahakan bersama-sama selama ini dapat menjadikan Jakarta lebih aman dan nyaman," ucap Pramono.