Jakarta (ANTARA) - Polri membangun sebanyak 39 jembatan untuk mendukung pemulihan akses masyarakat pada sejumlah wilayah di Pulau Sumatera yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan enam dari 39 jembatan yang dibangun itu di merupakan jembatan bailey, masing-masing empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Sumatera Barat.
"Hal tersebut guna memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah-wilayah terdampak bencana," kata Sigit dalam acara peresmian Jembatan Gantung Merah Putih Presisi di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Kamis, dikutip dari keterangan dikonfirmasi.
Kapolri mengatakan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda.
Dari jumlah tersebut, 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan empat unit dalam tahap perencanaan.
Sigit merinci 874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Dari ratusan jembatan tersebut, terdapat 145 jembatan di wilayah Polda Banten dengan total panjang 3 kilometer yang menghubungkan 203 desa dengan penerima manfaat sebanyak 500 ribu jiwa.
"Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara Polda lainnya," kata Sigit.
Selain Banten, pembangunan dan revitalisasi juga dilaksanakan secara masif pada berbagai wilayah, di antaranya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan, serta diikuti Polda-Polda lain dengan rata-rata pembangunan 20 sampai dengan 30 jembatan di setiap wilayah.
Sigit berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan.
"Kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan," imbuhnya.
Ia menegaskan berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat.
Hal tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden Prabowo bahwa TNI-Polri harus senantiasa berada di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat," katanya.





