TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Nasib nahas menimpa Tukinem, seorang lansia asal Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Perempuan lanjut usia tersebut ditemukan meninggal dunia setelah diduga tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 6 meter di belakang rumah keluarganya, Kamis (13/8/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 10.20 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar. Polisi menduga korban terpeleset saat membuka penutup sumur yang terbuat dari papan kayu.
Kapolsek Panggul AKP Sunarto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban kemungkinan kehilangan keseimbangan ketika membuka penutup sumur.
"Masuk ke dalam sumur kebetulan bibir sumurnya juga sangat pendek," ujar AKP Sunarto saat dikonfirmasi TRIBUNMATARAMAN.COM.
Baca juga: Kafe di Kampung Inggris Pare Kediri Dijebol Orang Tak Dikenal Tengah Malam, Videonya Viral di Medsos
Menurutnya, usia korban yang sudah lanjut dan kondisi fisik yang mulai melemah diduga menjadi faktor yang menyebabkan korban terjungkal ke dalam sumur.
Kronologi Lansia Tercebur Sumur di Desa Wonocoyo
AKP Sunarto menerangkan, sebelum kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, saksi Sukarwo dan Saniyem sedang makan di ruang keluarga.
"Saat itu, Sukarwo melihat ibunya, Tukinem, berjalan di samping rumah sebelah timur menuju ke arah belakang rumah," imbuhnya.
Sekitar 20 menit kemudian, Saniyem mendengar suara benda jatuh dari arah belakang rumah. Merasa curiga, keduanya kemudian mencari sumber suara tersebut.
Mereka menyadari Tukinem yang sebelumnya terlihat menuju belakang rumah sudah tidak terlihat lagi.
Sukarwo lalu mendatangi area sumur yang berada di belakang rumah. Saat tiba di lokasi, ia melihat papan penutup sumur dalam kondisi terbuka.
"Pada saat di dekat sumur, saksi melihat papan penutup sumur yang terbuat dari kayu sudah dalam keadaan terbuka. Karena curiga, saksi mendekat dan melihat ke dalam sumur," terangnya.
Saat melihat ke dasar sumur, Sukarwo mendapati ibunya berada dalam posisi kepala di bawah. Ia sempat memanggil korban, namun tidak mendapat respons.
"Melihat kejadian tersebut, Sukarwo kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menolong korban," bebernya.
Polisi dan Tim Medis Lakukan Olah TKP
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Panggul. Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Panggul segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan, sumur yang berada di belakang rumah Sukarwo memiliki kedalaman sekitar 6 meter. Korban ditemukan dalam kondisi kepala terendam air.
"Korban diketahui sudah meninggal dunia. Selain itu, polisi menemukan sepasang sandal jepit warna hijau milik korban di dekat sumur," jelas AKP Sunarto.
Petugas juga menemukan papan penutup sumur dalam keadaan terbuka dan miring di sisi barat bibir sumur.
Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis Puskesmas Panggul, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 142 sentimeter dan saat ditemukan masih mengenakan baju lengan panjang bermotif kotak-kotak warna-warni.
"Petugas medis menemukan lumpur di dalam lubang hidung korban. Namun, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," akuinya.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, polisi menyimpulkan korban diduga meninggal dunia akibat tidak dapat bernapas setelah terendam air di dalam sumur.
"Korban tercebur diduga pada waktu membuka penutup sumur yang terbuat dari papan kayu. Dari hasil olah TKP, papan penutup sumur tersebut ditemukan dalam keadaan terbuka dan miring," jelasnya.
Keluarga Menolak Autopsi
Polisi memastikan tidak menemukan unsur kekerasan maupun tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Keluarga korban memilih menolak autopsi dan meminta jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan sesuai syariat agama Islam.
Jenazah Tukinem kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di wilayah setempat. (*)
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)