Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA- Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bekasi Utara, Ahmad Apandi meluncurkan inovasi bernama Sahabat Utara sebagai upaya memperkuat penanganan bencana, khususnya banjir, dengan melibatkan masyarakat.
Inovasi tersebut mengusung konsep tata kelola tanggap bencana yang partisipatif dan berbasis masyarakat.
Melalui inovasi berbasis website itu, warga akan mendapatkan informasi lebih cepat jika terdapat potensi terjadinya banjir.
Pemerintah setempat juga dapat dengan cepat mendapatkan data yang akurat di lapangan, di antaranya mengenai warga terdampak, sehingga bantuan dapat tersampaikan tepat sasaran.
Apandi mengatakan, inovasi Sahabat Utara lahir dari persoalan penanganan bencana di Kampung Lebak, Kecamatan Bekasi Utara.
Wilayah tersebut diketahui menjadi satu dari sekian kawasan yang kerap terdampak banjir.
Selama ini, menurutnya, tata kelola penanggulangan bencana di wilayah tersebut masih belum berjalan secara optimal, terutama dalam hal pelaporan dan koordinasi ketika banjir terjadi.
Sehingga, Sahabat Utara hadir dengan tujuan mengatasi persoalan tersebut.
"Hari ini kami melaksanakan kegiatan launching Sahabat Utara yang merupakan dalam rangka tata kelola tanggap bencana partisipatif berbasis masyarakat, jadi selama ini permasalahan yang ada di Kampung Lebak Bekasi Utara," kata Apandi di lokasi, Kamis (13/8/2026).
Apandi menjelaskan, Sahabat Utara diharapkan dapat mengubah sistem penanganan bencana yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menjadi lebih cepat, responsif, dan berbasis data.
Dengan sistem tersebut, informasi mengenai warga yang terdampak maupun berada di lokasi pengungsian dapat tercatat secara lebih baik.
"Saya mengambil isu ini menjadi sebuah inovasi yang disebut namanya Sahabat Utara, dan ke depan dengan adanya hal ini semoga tata kelola yang tadinya manual ini bisa menjadi lebih cepat responsif dan juga berbasis data sehingga ketika masyarakat yang ada di tempat pengungsian ini mereka bisa mendapatkan bantuan dan bantuannya bisa menjadi tempat sasaran," jelasnya.
Mantan Lurah Jatirangga itu menuturkan, sebelum resmi diluncurkan, program tersebut telah melalui tahap uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat.
Uji coba dan sosialisasi itu dilakukan sekitar dua minggu sebelum peluncuran Sahabat Utara.
Lalu, untuk tahap awal, Sahabat Utara dikembangkan dalam bentuk website.
Namun, dalam jangka menengah, sistem tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi aplikasi.
"Sebelumnya kami memang pernah melaksanakan uji coba sosialisasi Sahabat Utara dua minggu lalu sebelum di-launching, kami melaksanakan uji coba sosialisasi di hadapan masyarakat," tuturnya.
Apandi berharap inovasi tersebut tidak hanya diterapkan dalam jangka pendek di wilayah Kecamatan Bekasi Utara saja.
Ke depan, Sahabat Utara ditargetkan akan dikembangkan dengan diintegrasikan bersama sistem yang telah dimiliki pemerintah daerah.
"Mudah-mudahan ini tidak hanya menjadi di sini saja, dan kami akan melaksanakan di jangka menengah dan panjang, kami akan integrasikan dengan sistem yang ada di Dinsos, dan Kadinsos pun juga bersedia, nanti akan menjadi aplikasi," harapnya.
Menanggapi inovasi itu, Ketua RW 02 Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Akhmad Febri menyambut positif peluncuran Sahabat Utara.
Menurutnya, sistem tersebut dinilai inovatif dan dapat membantu masyarakat ketika bencana banjir kembali terjadi.
"Pendapat dari kami sangat inovatif, dengan launching Sahabat Utara bisa membantu dengan adanya jika terjadi bencana banjir di wilayah kami dengan artian segala apapun bentuknya bantuan apa-apa bisa dengan cepat," kata Akhmad di lokasi, Kamis (13/8/2026).
Akhmad menjelaskan, sebelum adanya sistem tersebut, satu kendala yang dirasakan warga adalah keterlambatan komunikasi ketika bencana terjadi.
"Ada kendala sebelum adanya launching ini kami yang sudah terjadi itu hambatan keterlambatan dan kebingungan komunikasi harus seperti apa," keluhnya.
Karena itu, Akhmad berharap Sahabat Utara dapat membantu proses evakuasi hingga pendistribusian bantuan kepada warga terdampak.
"Dengan adanya launching ini sistem ini semoga bisa membantu dari evakuasi dan lainnya terutama untuk bantuannya agar tepat sasaran," harap Akhmad.
Sementara itu, Korwil BPBD Bekasi Utara Hasanudin turut menyambut baik inovasi Sahabat Utara.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan efektif dan memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah wilayah, hingga BPBD.
"Program ini bagus dan mudah-mudahan efektif dan kita dari BPBD bisa berkolaborasi dengan program ini," ujar Hasanudin di lokasi, Kamis (13/8/2026).
Hasanudin mengakui sebelumnya masih terdapat persoalan komunikasi dalam penanganan bencana.
Menurutnya, keberadaan Sahabat Utara diharapkan dapat membuat koordinasi dari tingkat RT dan RW hingga BPBD serta Pemerintah Kota Bekasi menjadi lebih efektif.
"Sebenarnya tadinya kurang efektif tapi nanti mungkin dengan adanya program ini jadi semua antara masyarakat dari RT RW sampai BPBD Pemkot mudah-mudahan nanti efektif ada program seperti ini," harapnya. (M37)