Manajer Chelsea, Xabi Alonso, memberikan gambaran menarik tentang metode man-management yang ia terapkan setelah membawa The Blues meraih kemenangan pramusim meyakinkan 3-0 atas AC Milan di Jakarta. Pelatih asal Spanyol itu mengambil keputusan berani dengan mengabaikan kelelahan satu pemain tertentu demi membantunya melewati hambatan psikologis yang cukup besar.
Alonso menjelaskan alasan menolak pergantian Lavia
Alonso mengungkap alasan terukur di balik keputusannya membiarkan Romeo Lavia tetap berada di lapangan sepanjang laga dalam kemenangan uji coba Chelsea 3-0 atas AC Milan di Jakarta, Indonesia, pada Sabtu.
Berbicara kepada kanal resmi Chelsea setelah peluit akhir dibunyikan, bos The Blues itu menjelaskan pendekatan keras namun penuh perhatian terhadap kondisi kebugaran mantan pemain Southampton tersebut. "Romeo Lavia memiliki hambatan mental ketika harus bermain 90 menit, dia kelelahan tetapi saya bilang, 'Biarkan dia bermain, biarkan dia bermain…' Kami membiarkannya menjalani 90 menit dan dia menyelesaikannya dalam kondisi sangat lelah, saya pikir dia benar-benar senang," kata Alonso.
Mengatasi catatan cedera yang buruk
Bagi Lavia, penampilan di Stadion Gelora Bung Karno itu merupakan kali kedua dalam lebih dari tiga tahun terakhir ia menuntaskan laga penuh 90 menit. Sejak bergabung dengan Chelsea dalam kesepakatan senilai £53 juta pada Agustus 2023, pemain berusia 22 tahun itu hanya mampu mencatatkan 43 penampilan, dengan rangkaian cedera paha, hamstring, dan quadriceps yang terus berulang memaksanya absen dalam lebih dari 80 pertandingan bersama klub London barat tersebut.
Saat merefleksikan perkembangan pribadinya, Lavia berterima kasih kepada staf medis yang telah membantunya mencapai kondisi sehingga ia bisa menuntaskan satu pertandingan pramusim secara penuh.
"Saya sangat senang bisa bermain 90 menit dan saya merasa baik," ujar Lavia kepada situs resmi klub. "Kepercayaan diri itu datang dari semua pekerjaan bersama semua orang di klub, yang telah membantu saya berada dalam posisi yang baik untuk memastikan bahwa saya bisa menjalani pramusim yang bagus dan memulainya dengan kuat di sini.
"Saya sangat senang dengan bagaimana semuanya berjalan, menit bermain yang saya dapatkan di bawah Xabi, dan saya antusias menyambut musim yang akan datang. Kami benar-benar menikmati bekerja di bawah manajer baru, dia datang dan menerapkan ide-idenya, dan kami semua sangat senang dengannya. Kami berharap ini akan menjadi musim yang bagus."
Arti penting pencapaian itu juga tidak luput dari perhatian rekan-rekannya, dengan bek Wesley Fofana merayakan ketangguhan sang gelandang. Fofana mengunggah foto bersama Lavia dan Levi Colwill dengan keterangan: "@romeolavia first 90 min," disertai emoji hati.
Penampilan dominan di Jakarta
Sementara perjuangan pribadi Lavia menjadi sorotan utama, Chelsea juga menampilkan performa tim yang rapi untuk membongkar tim Milan asuhan Ruben Amorim. The Blues mengamankan kemenangan nyaman berkat dua gol Joao Pedro dan satu gol sensasional dari Moises Caicedo, yang memastikan raksasa Premier League itu mendominasi Rossoneri. Hasil ini memberi dorongan yang sangat dibutuhkan bagi skuad Alonso setelah sebelumnya menelan kekalahan dalam laga uji coba melawan Juventus dan Tottenham.
Jadwal padat terus berlanjut untuk The Blues
Lavia dan rekan-rekannya tidak punya banyak waktu untuk beristirahat, karena Chelsea dijadwalkan memainkan pertandingan kedua hanya dalam rentang 24 jam melawan klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim. Alonso juga sudah menegaskan bahwa ia akan melakukan rotasi besar-besaran pada skuadnya untuk laga terakhir tur mereka di Australia dan Asia demi melindungi para pemain senior dari kelelahan berlebihan.
"Memang seperti itu keadaannya. Rencana untuk besok sebenarnya sudah dibuat sejak kemarin," tambah Alonso. "Banyak pemain muda akan mendapat kesempatan bermain besok. Karena memainkan dua pertandingan dalam dua hari cukup berat, kami membutuhkan mereka untuk besok.
"Kami telah berkembang dan belajar banyak dalam dua pekan ini. Bukan hanya dari sisi sepak bola, tetapi juga dari sisi personal untuk mengenal para pemain, menghabiskan waktu bersama di luar negeri. Jadi ini bagus. Besok adalah pertandingan terakhir dan setelah itu kami akan terbang kembali ke London."