Akses Krayan Selatan-Long Bawan Kembali Pulih, Perjalanan Kini Kurang dari 3 Jam Pascalongsor
Miftah Aulia Anggraini August 14, 2026 09:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Akses transportasi dari Krayan Selatan menuju Long Bawan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, mulai kembali pulih setelah 30 hari penanganan dampak longsor.

Kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah dapat kembali melintasi jalur Krayan Barat menuju Krayan Selatan maupun sebaliknya.

Pemulihan akses tersebut berdampak pada waktu tempuh warga yang kini lebih singkat dibandingkan saat sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah.

Bahkan, perjalanan menggunakan sepeda motor dari Krayan Selatan menuju Long Bawan kini dapat ditempuh kurang dari tiga jam.

Baca juga: BPBD Nunukan Distribusikan Bantuan dari BNPB untuk Warga Terdampak Longsor di Krayan

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan pemulihan fisik darurat jalan masih terus dilakukan dari dua arah.

Satu unit alat berat milik Kecamatan Krayan Selatan bekerja dari arah Long Layu menuju barat.

Sementara sejumlah alat berat lainnya bergerak dari arah Lembudud, Krayan Barat, menuju Long Layu dengan menyasar titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah.

"Hingga saat ini sudah lebih dari enam titik jalan rusak dan beberapa titik jembatan yang telah dilakukan pemulihan darurat," kata Hasanuddin dikutip dari TribunKaltara.com, Jumat (14/08/2026).

Baca juga: 5 Ton Bantuan BNPB dan Pemkab Nunukan Mendarat di Long Layu Krayan Selatan

Pemulihan akses melibatkan tim teknis Dinas PU, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga pihak dunia usaha.

Mereka bekerja bersama untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana longsor.

Perbaikan Jalan Masih Berlanjut

Meski kendaraan sudah mulai melintas, penanganan dampak longsor belum sepenuhnya selesai.

Petugas masih melakukan perbaikan darurat di sejumlah titik yang dinilai rawan dan mengalami kerusakan berat.

Pos Lapangan juga terus melakukan monitoring terhadap pekerjaan fisik di lapangan.

Baca juga: Ratusan Rumah di Nunukan Terendam Banjir dan Longsor, Warga Sei Fatimah Panik ada Material Lumpur

Koordinasi dilakukan bersama unsur Forkopimcam, kepala desa, relawan masyarakat, TNI dan Polri.

Selain memastikan pekerjaan berjalan, petugas juga rutin memantau kondisi cuaca serta prakiraan dari BMKG.

Perkembangan penanganan kemudian dilaporkan kepada unsur pimpinan di Kabupaten Nunukan, Pusdalops BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Namun, proses pemulihan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Beberapa lokasi pekerjaan belum terjangkau jaringan internet atau berada di wilayah blankspot.

Baca juga: Pemkab Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat, Bencana Longsor di Long Layu 1.400 Warga Terdampak

Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menyampaikan informasi terbaru secara cepat.

Keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi kendala dalam mendukung aktivitas di lapangan.

Sementara itu, pasokan listrik PLN di wilayah tersebut saat ini dilaporkan hanya tersedia sekitar empat jam pada malam hari, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita.

Meski menghadapi keterbatasan, pemulihan akses jalan terus dikebut agar mobilitas masyarakat di Krayan Selatan dan wilayah sekitarnya semakin lancar.

Dengan sejumlah titik jalan dan jembatan yang telah mendapatkan pemulihan darurat, akses transportasi perlahan kembali normal setelah memasuki hari ke-30 penanganan bencana longsor. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.