BANGKAPOS.COM - Dinasti bisnis peninggalan konglomerat mendiang Michael Bambang Hartono resmi memasuki babak baru suksesi kepemilikan.
Salah satu ahli waris yang mencuat dalam pengalihan aset raksasa ini adalah Stefanus Wijaya Hartono, yang menerima pembagian saham di entitas induk Grup Djarum dengan estimasi nilai mencapai lebih dari Rp52 triliun.
Bersama tiga saudaranya, Stefanus kini menguasai porsi saham di PT Dwimuria Investama Andalan pengendali utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca juga: Kabar Gembira, Danantara Siapkan Kredit Motor Listrik Bunga Rendah dan Hapus Uang Muka
Simak rincian peta kepemilikan saham baru, profil suksesi, serta jangkauan gurita bisnis keluarga Hartono selengkapnya di sini.
Salah satu nama yang mencuat dalam pengalihan aset raksasa ini adalah Stefanus Wijaya Hartono, yang tercatat sebagai salah satu dari empat ahli waris penerima warisan saham kepemilikan peninggalan sang ayah.
Stefanus Wijaya Hartono, bersama tiga saudaranya Roberto Setiabudi Hartono, Tessa Natalia Hartono, dan Vanessa Ratnasari Hartono menerima pembagian rata atas 49 persen saham milik mendiang Michael Bambang Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan.
Melalui skema kepemilikan baru tersebut, Stefanus kini mengantongi sekitar 12,25 persen saham PT Dwimuria Investama Andalan.
Nilai aset saham yang dialihkan kepada masing-masing ahli waris ditaksir mencapai lebih dari Rp 52 triliun.
PT Dwimuria Investama Andalan sendiri merupakan holding company atau entitas induk kendaraan investasi keluarga Hartono yang memegang saham mayoritas pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan porsi mencapai 54,94 persen, sekaligus menaungi entitas bisnis dalam jaringan Grup Djarum.
Meski selama ini cenderung menjaga profil publik yang rendah (low profile) layaknya tradisi keluarga konglomerat asal Kudus tersebut, Stefanus Wijaya Hartono bukanlah sosok baru di ekosistem bisnis keluarga.
Ia dan saudara-saudaranya telah lama memegang peranan strategis serta posisi kepemilikan di berbagai pilar usaha Grup Djarum.
Portofolio konglomerasi yang turut dipimpin dan diawasi oleh generasi penerus ini membentang di berbagai sektor vital perekonomian nasional, antara lain:
Perbankan & Keuangan: Pengendalian atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Manufaktur & Konsumer: Industri hasil tembakau PT Djarum.
Ritel & E-Commerce: Ekosistem PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) dan tiket.com.
Properti & Infrastruktur: Pengelolaan kawasan komersial seperti Grand Indonesia, sektor perkebunan, hingga infrastruktur telekomunikasi.
Momen Penting Suksesi Antargenerasi
Pengalihan saham kepada Stefanus Wijaya Hartono beserta para saudaranya menandai salah satu proses restruturisasi dan pemindahan kekayaan (wealth transfer) terbesar di kawasan Asia.
Pengamat pasar modal menilai bahwa langkah pembagian porsi saham di tingkat entitas induk (holding) secara merata ini menunjukkan komitmen keluarga Hartono dalam menjaga stabilitas tata kelola perusahaan (corporate governance).
Model pembagian ini dirancang untuk memastikan kesinambungan operasional entitas bisnis utama seperti BCA dan Djarum agar tetap berjalan solid dan profesional tanpa menggoyahkan struktur kepemilikan.
Sementara itu, posisi pimpinan dan pemegang saham pengendali utama di PT Dwimuria Investama Andalan kini dipegang oleh saudara kandung mendiang Michael, yaitu Robert Budi Hartono, yang menguasai 51 persen porsi saham.
Dengan masuknya Stefanus Wijaya Hartono secara resmi ke dalam jajaran pemegang saham induk perusahaan, arah strategis Grup Djarum kini berada di tangan kombinasi kepemimpinan senior dan kepemilikan generasi penerus untuk menjawab tantangan ekonomi global ke depan.
(*/Bangkapos.com)