Jembatan Air Hitam Kebon IX Muaro Jambi Segera Dibangun Permanen, Anggaran Rp3,67 Miliar
asto s August 14, 2026 11:03 AM

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi bergerak cepat merespons kerusakan parah Jembatan Air Hitam di Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam.

Jembatan vital yang menjadi urat nadi perekonomian warga setempat tersebut dipastikan akan dibangun kembali secara permanen pada tahun anggaran 2026.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Muaro Jambi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,67 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi, Anjar Prabowo, menegaskan bahwa penanganan jembatan tersebut bukan lagi sebatas wacana.

Saat ini, proyek pembangunan sudah memasuki tahapan proses pengadaan barang dan jasa.

"Proses tender saat ini sedang berjalan dan memasuki tahap masa sanggah. Setelah seluruh tahapan pemilihan penyedia selesai, kami akan langsung memproses persiapan penandatanganan kontrak agar pekerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai," ujar Anjar Prabowo, Jumat (14/8/2026).

Warga Diimbau Tak Paksakan Kendaraan Bermuatan Berat

Pemkab Muaro Jambi memahami keresahan warga terkait kondisi jembatan kayu yang kian mengkhawatirkan.

Namun, demi keselamatan bersama selama proses pra-konstruksi berlangsung, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati saat melintas.

Pengendara, khususnya pengangkut barang atau kendaraan bermuatan berat, sangat dilarang untuk memaksakan diri melintasi jembatan tersebut.

Pembatasan tonase diberlakukan ketat guna mengantisipasi risiko kecelakaan maupun kerusakan yang makin parah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi petunjuk petugas di lapangan. Jangan memaksakan melintas jika kondisi tidak memungkinkan, terutama untuk kendaraan bertonase besar," tegas Anjar.

Ajakan Menjaga Kondisi Fisik Jembatan

Anjar menambahkan, pemerintah daerah juga mengajak jajaran pemerintah desa dan masyarakat lokal untuk aktif bersinergi menjaga kondisi jembatan darurat selama masa transisi pembangunan.

Jika ditemukan adanya titik kerusakan baru yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan, warga diharapkan segera melapor ke pihak desa maupun Dinas PUPR agar dapat segera dilakukan tindakan darurat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, penanganan jembatan ini sudah masuk dalam program prioritas pembangunan 2026. Begitu tahapan administrasi tender tuntas, pengerjaan fisik langsung kita eksekusi di lapangan agar warga bisa menikmati akses jalan yang aman dan nyaman," pungkasnya. (Tribun Jambi/Muzakkir)

Baca juga: Pedal Bersejarah di Pesisir Tungkal, Lomba Balap Becak Merawat Ingatan Tanjab Barat

Baca juga: 21 Jemaah Umrah Jambi Telantar di Arab Saudi, Direktur Travel Gema Talbia: Skema Ponzi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.