Pedal Bersejarah di Pesisir Tungkal, Lomba Balap Becak Merawat Ingatan Tanjab Barat
asto s August 14, 2026 11:03 AM

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Deru tawa dan sorak-sorai warga terdengar di kawasan garis pantai Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (13/8/2026). 

Di depan Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, puluhan becak tampil tak seperti biasanya. Bukan sekadar alat angkut penumpang sehari-hari, rodanya kini dihiasi kertas ornamen merah putih, rumbai warna-warni, serta kreasi unik yang memikat mata.

Lomba balap becak hias digelar meriah untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).

Acara secara resmi dibuka Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, berdampingan dengan Ketua Tim Penggerak PKK Tanjab Barat, Fadhilah Sadat. 

Kemeriahan makin terasa saat jajaran Forkopimda, para pejabat daerah, hingga ribuan pasang mata warga memadati sepanjang rute perlombaan.

Jejak Roda Menolak Punah

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Tanjab Barat, Agus Sumantri, mencatat sebanyak 48 pengayuh becak ambil bagian dalam adu ketangkasan dan kreativitas tahun ini.

Bagi warga pesisir Kualatungkal, becak bukan sekadar moda transportasi tiga roda. 

Becak adalah saksi bisu denyut nadi pergerakan ekonomi daerah, membentang dari era pelabuhan kayu hingga modernisasi kota.

"Kegiatan ini bukan hiburan semata. Ini adalah upaya kita mengingat kembali sejarah. Becak pernah menjadi urat nadi dan kendaraan utama masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat," tutur Agus Sumantri di sela kegiatan.

Di tengah gempuran kendaraan bermotor dan transportasi daring, keberadaan tukang becak sering kali terpinggirkan. 

Melalui ajang ini, keringat dan jasa para pengayuh becak mendapat panggung kehormatan.

Simbol Identitas Kehangatan Pesisir

Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberadaan becak agar tak tergerus zaman. 

Menurutnya, nilai historis dan budaya yang melekat pada becak adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Tungkal.

"Teruslah eksis dan lestarikan becak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini. Saat berlomba, tetap jaga kekompakan, keamanan, dan keselamatan," pesan Anwar Sadat hangat kepada para peserta.

Semangat para tukang becak menghias armada mereka terpancar dari detail ukiran papan dan pernak-pernik yang dipasang. 

Seluruh peserta yang berpartisipasi berhak mendapatkan apresiasi berupa hadiah dan uang tunai dari panitia sebagai wujud dukungan terhadap ekonomi mereka.

Gowesan pedal hari itu bukan cuma soal memperebutkan garis akhir. Lebih dari itu, balap becak hias menjadi ruang perjumpaan yang meleburkan batas antara pejabat, pengayuh becak, dan warga. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: 21 Jemaah Umrah Jambi Telantar di Arab Saudi, Direktur Travel Gema Talbia: Skema Ponzi

Baca juga: Jambi Top 7, Waldi Eks Polisi yang Bunuh Dosen Wanita di Bungo Tetap Kena Seumur Hidup

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.