TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Waktu persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Nunukan, provinsi Kalimantan Utara, tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya para anggota Paskibraka menjalani training center (TC) selama tiga pekan, tahun ini waktu latihan dipangkas menjadi sekitar dua pekan akibat efisiensi anggaran.
Meski demikian, kondisi tersebut tak membuat Pemerintah Kabupaten Nunukan pesimistis.
Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, memastikan persiapan Paskibraka sejauh ini berjalan lancar dan sesuai target.
Digembleng Sejak 4 Agustus, Hasan mengatakan TC Paskibraka Kabupaten Nunukan telah dimulai sejak 4 Agustus 2026.
Baca juga: Tantangan Dehidrasi Paskibraka Tana Tidung saat Latihan di Tengah Cuaca Panas Terik
Artinya, para peserta telah menjalani latihan lebih dari satu pekan dan akan menyelesaikan rangkaian TC pada 15 Agustus.
"Untuk persiapan Paskibraka Kabupaten Nunukan hingga hari ini sudah cukup bagus. Kita sudah mulai memasuki TC itu pada tanggal 4 Agustus, jadi sudah satu minggu lebih mereka berlatih," kata Hasan.
Setelah TC berakhir, para anggota Paskibraka akan diberikan waktu satu hari untuk beristirahat dan melakukan pemulihan kondisi fisik.
Pada 16 Agustus, mereka dijadwalkan menjalani recovery sebelum melaksanakan tugas utama pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus.
"InsyaAllahtanggal 15 akan berakhir dan setelah itu tanggal 16 beristirahat satu hari untuk recovery dan siap melaksanakan tugas selanjutnya," ujarnya.
Hasan mengakui keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri dalam persiapan Paskibraka tahun ini.
Efisiensi dana membuat durasi pelatihan yang biasanya mencapai tiga minggu harus dipangkas menjadi sekitar dua minggu.
"Kendalanya adalah waktu yang terbatas akibat efisiensi dana hingga kita harus memangkas waktunya. Biasanya kita mengadakan pelatihannya itu sampai tiga minggu, kali ini hanya sekitar dua minggu," jelasnya.
Namun, kondisi tersebut diatasi dengan mengintensifkan latihan.
Tim pelatih juga menambah waktu latihan agar materi yang seharusnya diberikan dalam waktu tiga pekan tetap dapat dikuasai para peserta.
Hasan Basri menilai para peserta tidak memulai latihan dari nol.
Sebelum masuk TC, sebagian besar peserta telah mendapatkan pembinaan melalui ekstrakurikuler Paskibra di sekolah.
Sebagian lainnya bahkan berlatih secara mandiri bersama para purna Paskibra di daerah masing-masing.
Ada pula yang mendapatkan pembinaan dari Satgas Wantas.
"Saya kira tidak ada hal yang terlalu sulit karena mereka-mereka ini sebelumnya juga di sekolah sudah dilatih lewat ekstrakurikuler Paskib," katanya.
Selain itu, proses seleksi juga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan fisik dan kedisiplinan peserta.
"Kita sudah menyaring yang fisiknya bagus yang kemudian disiplinnya tinggi, maka tidak terlalu susah untuk menyesuaikan," tambah Hasan.
Dengan bekal tersebut, Hasan optimistis para anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik.
Menurutnya, mereka merupakan siswa-siswi terbaik yang dipilih dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan.
"Saya optimistis mereka bisa melaksanakan tugas itu karena kita sudah melatih mereka kedisiplinan, kekompakan, baris-berbaris," ungkapnya.
Ia berharap seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid