TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Sebuah rumah yang dihuni satu keluarga rusak parah setelah dihantam Fuso tronton bermuatan pupuk bernomor polisi BE 8024 AAU di RT 01/RW 02, Desa Sukomulyo, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Benturan keras tersebut tidak hanya menyebabkan bangunan rumah rusak total hingga rata dengan tanah, tetapi juga membuat satu keluarga pemilik rumah yakni Hendri, istrinya Lastri, dan anak mereka mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
Kakak korban, Jumadi, mengatakan dirinya sedang berada di bagian belakang rumah ketika mendengar suara dentuman keras dari arah depan.
"Saya sedang santai di belakang rumah. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras. Saya langsung lari ke depan dan kaget melihat rumah adik saya sudah ditabrak mobil Fuso," kata Jumadi, Jumat (14/8/2026).
Menurut Jumadi, saat kejadian Hendri bersama istri dan anaknya sedang tertidur di dalam rumah.
Setelah mengetahui rumah tersebut dihantam kendaraan, ia langsung berupaya menyelamatkan ketiganya dari reruntuhan.
"Saya langsung berusaha menyelamatkan mereka. Hendri, istrinya, dan anaknya mengalami luka di bagian badan akibat terkena runtuhan rumah," ujarnya.
Jumadi menuturkan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, truk Fuso bermuatan pupuk tersebut melaju dari arah Martapura menuju Belitang sebelum akhirnya keluar jalur dan menghantam rumah milik Hendri.
Ia juga menyebut terdapat dugaan bahwa kendaraan saat kecelakaan terjadi sedang dikemudikan oleh kernet truk.
Sementara itu, menurut penuturan Jumadi, sopir utama kendaraan disebut sedang tidur di sebelah kernet.
Namun, informasi mengenai siapa yang mengemudikan kendaraan saat kecelakaan serta penyebab pasti truk hingga menghantam rumah masih perlu dipastikan melalui keterangan pihak berwenang.
Kondisi rumah yang mengalami kerusakan total membuat keluarga Hendri kini harus menghadapi dampak besar akibat kejadian tersebut.
Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga juga harus menangani kondisi korban yang mengalami luka.
Jumadi berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan pihak pemilik maupun pengemudi kendaraan menunjukkan tanggung jawab terhadap kerugian yang dialami keluarganya.
"Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik secara kekeluargaan antara pihak sopir dan keluarga saya. Kami mohon jangan dipersulit, karena kami ini orang tidak mampu," kata Jumadi.
Ia berharap ada iktikad baik dari pihak yang bertanggung jawab, terutama untuk membantu pemulihan kondisi keluarga serta kerusakan rumah yang kini tidak lagi dapat ditempati.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian keluarga korban, mengingat kecelakaan tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menyebabkan satu keluarga menjadi korban di dalam rumah mereka sendiri.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com