Sejarah Permainan Bola Voli, dari Amerika Serikat Masuk ke Indonesia Dibawa Orang Belanda
Moh. Habib Asyhad August 14, 2026 02:34 PM

Inilah sejarah permainan bola voli hingga bisa sampai ke Indonesia. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Bola voli menjadi salah satu olahraga paling favorit di Indonesia. Tentu saja setelah sepakbola dan bulutangkis.

Lalu bagaimana sejarah permainan bola voli hingga bisa sampai ke Indonesia?

Mengutip Intisari Online, permainan bola voli diciptakan oleh William George. Mula-mula permainan bola voli diberi nama Mintonette.

Sebagaimana dilansir Federation Internationale de Volley Ball (FIVB), permainan Mintonette ditemukan pada 9 Februari 1895 Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.

William G. Morgan merupakan seorang instruktur pendidikan jasmani (Director of Physical Education) di Young Men Christian Association (YMCA). Dia merancang olahraga baru yang bisa dimainkan oleh semua usia, baik oleh remaja maupun orang dewasa.

Dulu olahraga Mintonette dimainkan khusus bagi anggota YMCA yang usianya sudah tidak muda lagi. Bahkan awalnya permainan voli hanya dijadikan sebagai sarana rekreasi.

Olahraga Mintonette merupakan olahraga yang ciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan; yang mengadopsi empat macam karakter olahraga, yakni bola basket, baseball, tenis dan bola tangan.

Olahraga Mintonette berubah nama menjadi volley ball atau bola voli pada 1896.

Morgan terus melakukan percobaan sampai menemukan gagasan untuk memasang net di tengah lapangan yang posisinya berada di atas tinggi kepala manusia, yakni sekitar 6 inci atau 1,98 meter dari tanah. Untuk melakukan uji coba atas eksperimennya, William G. Morgan meminta perusahaan A.G. Spalding & Bros untuk membuat bola.

Hasilnya ada dua bola yang dilapisi kulit dengan bagian dalam diberi karet, beratnya 252 gram dan 336 gram, serta diameternya 63,5 cm dan 68,6 cm. Setelah itu, ia meminta bantuan dua temannya dari Holyoke, yakni Dr. Frank Wood dan John Lynch untuk menyusun konsep dasar permainan tersebut.

Pada awal 1896, Dr. Luther Halsey Gulick, Direktur Pendidikan Jasmani YMCA, mengadakan konferensi di YMCA College di Springfield. Konferensi ini menjadi sarana bagi William G. Morgan untuk melakukan demonstrasi permainan hasil temuannya yang diberi nama Mintonette.

Demonstrasi tersebut dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri atas lima orang pemain. Kapten timnya adalah J.J. Curran serta John Lynch.

Pada demonstrasi tersebut, Morgan menjelaskan jika permainan ini bisa dimainkan di ruang olahraga ataupun di ruang terbuka. Jumlah pemainnya tidak terbatas.

Tujuan utama dari permainan Mintonette adalah menjaga pergerakan bola agar tetap berada di atas net atau jaring. Setelah melakukan demonstrasi permainan Mintonette, Profesor Alfred T. Halstead mengusulkan agar nama permainan tersebut diubah menjadi permainan bola voli.

William G. Morgan dan peserta konferensi menyetujui usulan Alfred tersebut. Kemudian William G. Morgan menyusun sebuah buku yang berisikan peraturan permainan bola voli.

Peraturan tersebut diterbitkan pada Juli 1896, dan dimasukkan dalam peraturan Liga Atletik YMCA Amerika Utara, pada 1897. Permainan bola voli terus berkembang dan menyebar di berbagai negara.

Berbagai kejuaraan pun digelar, pada saat itu jumlah pemainnya adalah 16 orang karena jumlah partisipan yang besar. Pada 1918 diputuskan jika jumlah pemain voli maksimal enam orang. Pada 1922 diputuskan jika jumlah sentuhan bola dalam satu kali permainan adalah tiga kali.

Sejarah permainan bola voli di Indonesia

Permainan bola voli masuk Indonesia atau Hindia Belanda di zaman penjajahan Belanda. Persisnya pada 1928.

Ketika itu hanya orang-orang Belanda dan bangsawan yang dapat memainkan bola voli. Kemudian, guru-guru pendidikan jasmani asal Belanda memperkenalkan permainan bola voli kepada masyarakat Bumiputra.

permainan bola voli kemudian meluas setelah Indonesia merdeka. Terlebih dengan adanya peran anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masa itu.

Minat masyarakat dengan bola voli ikut terkerek seiring permainan asal Amerika Serikat itu menyebar luas ke belahan Nusantara. Pada 1951, permainan bola voli secara resmi telah dipertandingkan untuk kali pertama di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) II di Jakarta.

Begitu juga pada PON III di Medan pada tahun 1953, bola voli merupakan salah satu cabor yang dipertandingkan saat itu.

Setahun kemudian, gaung untuk membuat federasi atau induk organisasi nasional mulai terdengar.

Pada 22 Januari 1955, lahirlah Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau disingkat PBVSI. PBVSI adalah induk organisasi bola voli Indonesia, sementara induk organisasi bola voli dunia adalah FIVB (Federation International de Volleyball) yang bermarkas di Lausanne, Swiss.

PBVSI menjadi anggota sementara Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) pada tahun yang sama, sebelum diterima sebagai anggota tetap pada 1958.

Saat ini, Indonesia hanya memiliki satu kompetisi profesional antarklub bola voli, yaitu Proliga, baik untuk kategori putra maupun putri. Begitulah sejarah permainan bola voli hingga bisa sampai ke Indonesia. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.