TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bali perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang laut pada periode 15–18 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi tinggi gelombang, sejumlah perairan Bali berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter, disertai potensi peningkatan kecepatan angin terutama di perairan selatan Pulau Bali.
Pola angin permukaan di perairan utara dan selatan Bali umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan. Kecepatan angin berkisar sekitar 4–20 knot.
Kondisi ini perlu diperhatikan karena terdapat potensi peningkatan kecepatan angin di perairan selatan Pulau Bali.
Gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, meliputi:
Baca juga: Gelombang 3 Meter Terjang Kusamba Klungkung, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 6 Meter
Selat Bali bagian selatan;
Perairan selatan Pulau Bali;
Selat Badung;
Selat Lombok bagian selatan.
Sementara itu, untuk periode 15–18 Agustus 2026, tidak terdapat potensi gelombang 2,5–4 meter maupun gelombang 4–6 meter berdasarkan informasi yang disampaikan.
Kondisi gelombang dan angin tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.
Perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Untuk kapal ferry dan kapal besar, meskipun pada periode ini tidak terdapat prakiraan gelombang 2,5–4 meter maupun 4–6 meter, pelaku pelayaran tetap perlu memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan perjalanan.
Masyarakat, nelayan, serta pelaku pelayaran di wilayah Bali diimbau untuk tidak hanya memperhatikan ketinggian gelombang, tetapi juga perkembangan kecepatan angin.
Kondisi laut dapat berubah dan berpengaruh terhadap keselamatan aktivitas di perairan.
Pengguna jasa transportasi laut juga disarankan memantau informasi cuaca maritim dan peringatan dini terbaru dari BMKG/BBMKG Wilayah III sebelum beraktivitas di laut.
Dengan potensi gelombang hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Bali pada 15–18 Agustus 2026, kewaspadaan menjadi penting, khususnya bagi nelayan dan kapal-kapal yang beroperasi di wilayah selatan Bali, Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, serta Selat Lombok bagian selatan.
(*)