Hari Jadi ke-68 Bali, Wabup Diar Gaungkan Haluan Pembangunan hingga 100 Tahun ke Depan
Ida Ayu Suryantini Putri August 14, 2026 02:34 PM

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Usia Provinsi Bali kini memasuki 68 tahun. Namun, peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan masa lalu. Bali mulai menatap jauh ke depan, bahkan hingga 100 tahun mendatang.

Hal tersebut mengemuka dalam Apel Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Bangli, Jumat (14/8/2026).

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar yang memimpin apel tersebut membacakan sambutan Gubernur Bali di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, TNI/Polri, serta ASN di lingkungan Pemkab Bangli.

Baca juga: Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Damkar Bangli Bersiaga, Imbau Warga Tak Bakar Sampah

Dalam pidato tersebut, Gubernur Bali mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga Bali sekaligus menyiapkan masa depan generasi berikutnya.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.

“Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung tinggi integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat demi mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Wabup Diar saat membacakan sambutan Gubernur Bali.

Salah satu hal penting yang disoroti adalah arah pembangunan Bali dalam jangka panjang. Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 yang ditetapkan melalui Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.

Baca juga: 2 Pria di Bangli Bali Dituntut 3 Tahun Penjara Usai Tertangkap saat Hendak Jual Motor Curian

Arah pembangunan tersebut semakin diperkuat dengan hadirnya UU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Regulasi ini memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, kebudayaan, serta kearifan lokal Bali.

Periode 2025–2030 menjadi tahap awal yang dinilai sangat menentukan. Lima tahun pertama ini akan menjadi fondasi untuk menjaga kesinambungan pembangunan Bali hingga satu abad ke depan.

Pembangunan tetap diarahkan pada visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. Ada enam bidang prioritas yang menjadi perhatian pada periode 2025–2030.

Pertama, adat, agama, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal. Kedua, kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan.

Ketiga, transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali. Keempat, pembangunan infrastruktur darat, laut, udara, dan transportasi.

Kelima, lingkungan, kehutanan, serta energi. Keenam, pengembangan Bali sebagai pulau digital sekaligus penguatan keamanan Bali.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menentukan wajah Bali ke depan.

Karena itu, seluruh komponen masyarakat diajak tetap menjaga kekompakan, soliditas, serta semangat gotong royong dalam menjalankan pembangunan. Konsep “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola” diharapkan menjadi pijakan bersama dalam membangun Bali tanpa meninggalkan jati dirinya.

Pembangunan tidak hanya mengejar kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan.

Semangat tersebut menjadi pesan utama Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali: membangun Bali hari ini sekaligus menyiapkan Bali untuk generasi yang akan hidup hingga 100 tahun mendatang. (*)
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.