Ancaman Kekeringan dan Karhutla Meningkat, Satgas El Nino Mateng: Hotspot Capai 119 Titik
Nurhadi Hasbi August 14, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus berlangsung dan menunjukkan peningkatan signifikan.

Koordinator Satgas El Nino, Sigit Dwihastono, mengungkapkan sejumlah indikator kritis saat ini berada dalam tren naik, termasuk jumlah titik panas (hotspot) yang mencapai 119 titik.

"Ancaman kritis semua naik, titik hotspot juga naik. Kemudian permintaan air juga meningkat," ujar Sigit di Posko Siaga El Nino, Jalan Trans Sulawesi, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Kebakaran 1 Hektar Lahan Kakao dan Sawit di Mahahe Mateng, Kerugian Capai Rp20 Juta

Baca juga: Kebakaran Lahan Warga di Tasiu Kalukku, Pohon Pisang Ikut Terbakar

Perkembangan kekeringan di sektor pertanian juga menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya produktivitas lahan dan mengancam ketahanan pangan.

Di sisi lain, sejumlah penyakit mulai bermunculan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan buruknya kualitas udara akibat karhutla serta keterbatasan akses air bersih, sehingga turut memperumit situasi.

Keterbatasan Peralatan Jadi Kendala Penanganan

Dalam upaya penanganan di lapangan, Sigit mengakui terdapat sejumlah kendala yang dihadapi tim Satgas.

Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pengendalian karhutla dan dampak kekeringan.

"Ada sebagian memang mampu, ada sebagian tidak mampu. Artinya ada terkendali, ada yang tidak terkendali atas alasan kekurangan alat," jelasnya.

Keterbatasan peralatan pemadam kebakaran, sarana pendistribusian air, serta akses logistik ke daerah-daerah terdampak menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah dalam menghadapi situasi tersebut.

Meskipun status siaga darurat belum dinaikkan ke level lebih tinggi, pemerintah berencana memperpanjang status darurat selama 14 hari ke depan sebagai langkah antisipasi.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat tim Satgas El Nino pada Kamis malam.

"Status ceritanya belum naik, tapi pertambahkan status darurat 14 hari ke depan. Rencana begitu, berdasarkan hasil rapat tim Satgas malam ini," ujar Sigit.

Rencananya, keputusan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) baru yang dijadwalkan pada 16 Agustus mendatang.

SK baru ini akan memuat rekomendasi dan langkah-langkah operasional yang lebih terstruktur dalam menghadapi peningkatan ancaman kekeringan dan karhutla.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla, menghemat penggunaan air, serta segera melapor jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Pemerintah pun terus berupaya memaksimalkan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan dampak buruk fenomena El Nino yang masih melanda sebagian wilayah Indonesia. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.